Dua tersangka begal spesialis incar perempuan di Pasuruan dilumpuhkan petugas Jatanras Polda Jatim setelah mencoba melawan dan kabur saat penangkapan. Polisi kini memburu kemungkinan jaringan pelaku lain di Pasuruan dan Malang.
SURABAYA | Sentrapos.co.id – Dua pelaku begal sadis asal Pasuruan terpaksa ditembak petugas Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur setelah mencoba melawan dan melarikan diri saat proses penangkapan.
Kedua tersangka diketahui merupakan residivis kambuhan yang sudah beberapa kali keluar masuk penjara dalam kasus kriminal serupa.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan para pelaku memiliki modus menyasar korban perempuan dan pengendara yang dianggap lemah untuk memuluskan aksi perampasan sepeda motor.
“Modusnya merampas sepeda motor, dan rata-rata korbannya perempuan,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur, Kamis (28/5/2026).
Residivis Tiga Kali Keluar Masuk Penjara
Polisi memastikan kedua tersangka bukan pemain baru dalam dunia kriminalitas jalanan di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.
Dari hasil pemeriksaan, keduanya tercatat sebagai residivis yang sudah tiga kali terlibat tindak pidana serupa.
“Kedua tersangka ini merupakan residivis dan sudah tiga kali melakukan tindak pidana,” tegas Jumhur.
Aksi kejahatan mereka selama ini disebut cukup meresahkan warga karena dilakukan dengan cara cepat dan menyasar korban yang dianggap tidak mampu melakukan perlawanan.
Ditembak Karena Melawan Saat Ditangkap
Petugas Jatanras Polda Jatim akhirnya mengambil tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan kedua pelaku menggunakan tembakan di bagian kaki.
Langkah itu dilakukan karena para tersangka mencoba kabur dan melawan saat hendak diamankan.
“Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas karena tersangka berusaha melarikan diri,” jelas Jumhur.
Meski kedua pelaku telah diamankan, polisi menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain maupun jaringan begal lintas wilayah.
Polda Jatim kini mendalami sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Pasuruan dan Malang yang memiliki pola kejahatan serupa.
Polisi Kembangkan Jaringan Begal di Jawa Timur
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena aksi begal jalanan masih menjadi ancaman keamanan bagi masyarakat, khususnya pengendara perempuan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat berkendara, terutama di lokasi sepi dan pada jam rawan kriminalitas.
Polda Jatim juga memastikan akan terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan demi menjaga keamanan masyarakat.
(*detik.com)
Poin Utama Berita
- Dua pelaku begal Pasuruan ditembak petugas Jatanras Polda Jatim.
- Pelaku merupakan residivis kambuhan kasus begal.
- Modus pelaku menyasar korban perempuan dan pengendara lemah.
- Polisi menembak pelaku karena mencoba melawan dan kabur.
- Kedua tersangka sudah tiga kali melakukan tindak pidana.
- Polisi masih mengembangkan kasus ke sejumlah TKP lain.
- Dugaan jaringan begal di Pasuruan dan Malang sedang diselidiki.
- Polisi mengimbau masyarakat waspada terhadap aksi kriminal jalanan.

















