TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.id – Sebanyak 200 tukang becak di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dipastikan menerima bantuan becak listrik dari Prabowo Subianto dengan total nilai mencapai sekitar Rp4,4 miliar. Bantuan tersebut ditujukan khusus bagi tukang becak lanjut usia dari kelompok ekonomi terbawah.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan setelah pemerintah daerah melakukan pendataan dan verifikasi secara ketat terhadap keberadaan tukang becak di wilayahnya.
“Data awal kami mencatat sekitar 600 tukang becak, namun jumlah riilnya diperkirakan mencapai 1.000 orang. Setelah proses seleksi sesuai kriteria, ditetapkan 200 penerima becak listrik bantuan Presiden,” ujar Gatut di Tulungagung, Kamis.
Ia menjelaskan, 200 unit becak listrik tersebut telah diterima Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada akhir Desember 2025 melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Sebelum diserahkan kepada penerima, para tukang becak mendapatkan sosialisasi terkait tata cara penggunaan dan perawatan kendaraan.
Menurut Gatut, tidak semua tukang becak dapat menerima bantuan karena adanya persyaratan tertentu. Penerima diwajibkan berusia minimal 60 tahun serta masuk dalam kategori masyarakat desil 1 dan desil 2 atau kelompok ekonomi terbawah.
“Di Jawa Timur, total bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo mencapai 8.000 unit. Untuk Tulungagung, kami mendapatkan alokasi sebanyak 200 unit,” jelasnya.
Mayoritas penerima bantuan merupakan tukang becak yang beroperasi di kawasan perkotaan, seperti di sekitar stasiun dan terminal. Pemerintah daerah berencana mengusulkan tambahan kuota agar lebih banyak tukang becak dapat merasakan manfaat program tersebut.
Gatut menegaskan, becak listrik bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, maupun disewakan. Namun, apabila penerima meninggal dunia, bantuan tersebut dapat diwariskan kepada anggota keluarga.
“Penyerahan resmi becak listrik akan dilakukan pada Sabtu. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan para penerima,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Becak Listrik Indonesia Dimas Ramdhana Prasetya menyatakan, becak listrik bantuan Presiden dirancang agar ramah bagi masyarakat miskin dan tidak membebani dari sisi biaya operasional.
Pengisian daya, kata dia, dapat dilakukan di rumah menggunakan listrik 450 watt dengan waktu pengisian sekitar tiga hingga empat jam. Untuk perawatan, biaya ditanggung oleh pemerintah daerah, sedangkan penggantian baterai diberikan secara gratis.
“Kami juga memberikan garansi selama enam bulan. Jika terjadi kerusakan, unit becak bisa ditukar melalui Yayasan GSN,” pungkasnya. *
