Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Tanggul Sungai Bremi Jebol, 254 Warga Pekalongan Masih Mengungsi! Perbaikan Hampir Rampung, Air Ditarget Surut

32
×

Tanggul Sungai Bremi Jebol, 254 Warga Pekalongan Masih Mengungsi! Perbaikan Hampir Rampung, Air Ditarget Surut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEKALONGAN | Sentrapos.co.id – Sebanyak 254 warga di Pekalongan masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean.

Pemerintah Kota Pekalongan memastikan proses penanganan tanggul kini memasuki tahap akhir. Meski demikian, warga belum dapat kembali ke rumah karena genangan air masih belum sepenuhnya surut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan pengungsi saat ini tersebar di beberapa titik lokasi.

“Ratusan warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu air benar-benar surut. Perbaikan tanggul sudah hampir selesai,” ujarnya.

Adapun lokasi pengungsian meliputi eks aula Kelurahan Kraton Kidul (116 jiwa), aula Kelurahan Pasirkratonkramat (79 jiwa), TPQ Madinatul Ulum (50 jiwa), serta aula Kecamatan Pekalongan Barat (9 jiwa).

Budi menjelaskan, warga mulai mengungsi sejak Jumat (27/3/2026) setelah debit air meningkat dan merendam kawasan Pasirsari. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sisi timur Sungai Bremi pada Kamis (26/3), dengan kerusakan sepanjang sekitar 15 meter.

Menariknya, peristiwa ini terjadi saat kondisi cuaca cerah tanpa hujan, yang menunjukkan tingginya tekanan air sungai hingga menyebabkan tanggul tidak mampu menahan debit air.

“Tanggul Pabean sudah diperbaiki, tinggal tahap perapian. Kini fokus kami mempercepat surutnya air dengan bantuan pompa,” tambahnya.

Dalam penanganan bencana ini, pemerintah kota mengerahkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), serta relawan. Posko kebencanaan juga telah diaktifkan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

Selain itu, layanan kesehatan, logistik, serta sistem informasi darurat terus disiagakan guna menjamin keselamatan warga selama masa pengungsian.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (*)


Poin Utama Berita

  • 254 warga Pekalongan masih mengungsi akibat banjir
  • Banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi sepanjang 15 meter
  • Pengungsi tersebar di empat titik lokasi
  • Perbaikan tanggul hampir rampung, tinggal tahap akhir
  • Air belum surut, pemkot gunakan pompa untuk percepatan
  • Penanganan melibatkan TNI, Polri, OPD, dan relawan
  • Kebutuhan logistik dan layanan kesehatan terus disalurkan