Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Panglima Tegaskan KPLB, Santunan Rp350 Juta & Beasiswa untuk Keluarga

34
×

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Panglima Tegaskan KPLB, Santunan Rp350 Juta & Beasiswa untuk Keluarga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah tiga prajurit terbaik TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia dalam naungan United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon.

Panglima TNI, Agus Subiyanto, menegaskan negara hadir penuh untuk menjamin hak dan masa depan keluarga para prajurit yang gugur. Komitmen tersebut mencakup kenaikan pangkat, santunan finansial, hingga jaminan pendidikan bagi anak-anak almarhum.

“Yang pertama akan diberikan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) kepada seluruhnya, dan kemudian hak-hak lainnya dari Asabri sekitar Rp350 juta akan diberikan,” tegas Agus saat melayat ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Rabu (1/4).

Selain santunan, TNI juga memastikan pemberian beasiswa pendidikan sebesar Rp30 juta untuk anak almarhum, dengan pengawalan hingga menyelesaikan pendidikan.

Tak hanya itu, negara juga memberikan jaminan kesejahteraan berupa gaji penuh selama 12 bulan ke depan serta tabungan hari tua yang dihitung sejak awal masa dinas militer.

Proses Pemulangan Jenazah

Terkait proses repatriasi, Panglima TNI memastikan pihaknya tengah berkoordinasi intensif agar jenazah para prajurit segera dipulangkan ke Indonesia.

“Akan segera kita urus pemulangan ke Indonesia. Saat ini sedang ditangani oleh Komandan PMPP,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah prajurit lain yang mengalami luka dalam serangan tersebut telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit di Lebanon.

“Sudah dirawat dengan baik, dan kita doakan semuanya cepat pulih,” tambah Agus.

Kronologi Gugurnya Prajurit TNI

Berdasarkan data TNI, tiga prajurit yang gugur adalah:

  • Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon
  • Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan
  • Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar

Insiden pertama terjadi pada Minggu (29/3) di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, akibat serangan artileri tidak langsung yang menewaskan Praka Farizal.

Sehari berselang, Senin (30/3), serangan kedua terjadi di dekat Bani Haiyyan. Ledakan kendaraan menewaskan Sertu Nur Ichwan dan Kapten Zulmi.

Dalam dua serangan tersebut, total lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Wapres Gibran Sampaikan Duka dan Dorong Investigasi

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para prajurit dalam misi UNIFIL di Lebanon,” ujar Gibran.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap investigasi menyeluruh oleh PBB guna mengungkap penyebab insiden tersebut.

“Kami mendukung investigasi menyeluruh oleh PBB serta penanganan cermat sesuai arahan Presiden, termasuk pemulangan jenazah,” tegasnya.

Pengorbanan untuk Perdamaian Dunia

Gugurnya prajurit TNI dalam misi internasional kembali menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian dalam menjaga stabilitas global.

Pengabdian mereka menjadi simbol dedikasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. (*)


Poin Utama Berita

  • Tiga prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon
  • Panglima TNI jamin KPLB dan santunan Rp350 juta untuk keluarga
  • Beasiswa pendidikan Rp30 juta untuk anak prajurit
  • Gaji penuh 12 bulan dan jaminan tabungan hari tua
  • Proses pemulangan jenazah sedang dilakukan
  • Wapres Gibran dorong investigasi menyeluruh oleh PBB
  • Total lima prajurit lain mengalami luka-luka