Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWASOSIAL POLITIK

3 WNI Hilang Usai Kapal Meledak di Selat Hormuz, DPR Desak Pemerintah Percepat Pencarian

123
×

3 WNI Hilang Usai Kapal Meledak di Selat Hormuz, DPR Desak Pemerintah Percepat Pencarian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Anggota Komisi III DPR RI Mercy Chriesty Barends angkat suara terkait hilangnya tiga warga negara Indonesia (WNI) setelah insiden ledakan kapal di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang menjadikan jalur pelayaran strategis tersebut semakin berbahaya bagi kapal sipil.

Mercy mengecam keras setiap bentuk serangan atau kekerasan yang menyasar kapal sipil di kawasan Selat Hormuz.

“Gesekan geopolitik negara adidaya sama sekali tidak boleh menjadikan pekerja maritim sebagai martir. Para pelaut adalah entitas sipil yang hak asasinya dilindungi penuh oleh hukum internasional,” kata Mercy dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Selat Hormuz Jalur Vital Minyak Dunia

Mercy menegaskan bahwa keamanan Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, merupakan tanggung jawab komunitas internasional.

Ia mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk segera menghentikan serangan yang dapat membahayakan pelayaran sipil di kawasan tersebut.

Menurutnya, stabilitas kawasan sangat penting untuk melindungi keselamatan awak kapal dan menjaga kelancaran jalur perdagangan global.

DPR Desak Pemerintah Bergerak Cepat

Mercy juga meminta pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah cepat dan agresif guna memastikan proses pencarian terhadap tiga WNI yang masih hilang dapat dilakukan secara maksimal.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi kawasan yang masih rawan konflik.

“Koordinasi tingkat tinggi harus segera dilakukan agar upaya pencarian terhadap WNI yang hilang dapat berjalan maksimal,” tegasnya.

Kapal Tunda Musaffah 2 Meledak dan Karam

Berdasarkan laporan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, insiden tersebut menimpa kapal tunda Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab pada 6 Maret 2026.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami ledakan hebat disertai kebakaran sebelum akhirnya tenggelam di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman.

Saat kejadian, terdapat empat pelaut WNI yang bekerja di kapal tersebut.

Dari jumlah tersebut:

  • 1 WNI berhasil selamat, namun mengalami luka bakar

  • 3 WNI lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif oleh otoritas setempat

Hingga saat ini belum ada pihak atau kelompok bersenjata yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan kapal tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi dan koordinasi dengan otoritas setempat terus memantau perkembangan proses pencarian terhadap para korban. (*)

Example 300250