TEHERAN | Sentrapos.co.id — Dampak konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel semakin meluas. Sebanyak 33.000 keluarga di Teheran dilaporkan kehilangan tempat tinggal akibat serangan yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Data tersebut disampaikan Juru Bicara Wali Kota Teheran, Abdolmohar Mohammadkhani, pada Rabu (1/4). Pemerintah kota memastikan langkah cepat penanganan korban terus dilakukan.
“Renovasi berkisar dari perbaikan kecil seperti kaca, pintu, dan jendela hingga rekonstruksi besar atau renovasi total,” ujar Mohammadkhani.
Ia mengungkapkan, sedikitnya 1.869 keluarga mengalami kesulitan perumahan serius. Sementara itu, 1.245 keluarga telah direlokasi ke 23 kompleks hunian yang disiapkan pemerintah.
Hingga saat ini, lebih dari 4.000 unit rumah telah mulai diperbaiki, baik secara mandiri oleh warga maupun melalui dukungan finansial pemerintah kota.
Serangan Meluas, Korban Berjatuhan
Serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyasar sejumlah kota strategis Iran, mulai dari Teheran hingga Isfahan. Konflik ini menelan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk warga sipil.
Situasi semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan ke berbagai target militer dan aset Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Iran Tutup Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya berada di bawah kendali Teheran dan tidak akan dibuka kembali dalam waktu dekat.
“Selat Hormuz tidak akan dibuka di bawah sandiwara politik Amerika Serikat,” tegas IRGC dalam pernyataan resmi.
Penutupan jalur vital perdagangan minyak dunia ini menyebabkan ribuan kapal dagang tertahan dan memicu lonjakan harga minyak global ke level tertinggi sejak 2022.
Gelombang Serangan Berlanjut
IRGC menyatakan telah meluncurkan gelombang ke-89 Operasi True Promise 4, menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone tempur untuk menyerang target militer AS dan Israel.
Dalam klaimnya, Iran juga berhasil:
- Menghancurkan sistem pertahanan udara milik AS di wilayah Teluk
- Menyerang kapal tanker minyak yang terkait pihak lawan
- Menggempur pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah
- Menekan armada kapal induk AS hingga mundur dari posisi strategis
Konflik Memasuki Pekan Kelima
Perang antara Iran melawan AS dan Israel kini memasuki pekan kelima sejak pecah pada 28 Februari 2026. Ribuan korban jiwa dilaporkan jatuh, sementara eskalasi konflik belum menunjukkan tanda mereda.
Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengklaim tengah melakukan negosiasi dengan Iran untuk menghentikan perang. Namun di sisi lain, AS juga dilaporkan menyiapkan langkah militer lanjutan, termasuk rencana invasi ke Pulau Kharg. (*)
Poin Utama Berita
- 33.000 keluarga di Teheran kehilangan rumah akibat serangan AS-Israel
- Pemerintah Iran mulai renovasi dan relokasi ribuan korban
- Selat Hormuz ditutup Iran, ganggu perdagangan minyak global
- IRGC klaim kendali penuh jalur maritim strategis
- Gelombang serangan Iran terus berlanjut hingga tahap ke-89
- Harga minyak dunia melonjak akibat konflik
- Perang memasuki pekan kelima dengan ribuan korban jiwa
- AS klaim negosiasi damai, namun siapkan langkah militer lanjutan

















