JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah berencana melibatkan sekitar 4.000 aparatur sipil negara (ASN) dalam pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan semesta Indonesia. Program ini dijadwalkan mulai April 2026 dan akan menyasar ASN dari berbagai kementerian serta lembaga pemerintah pusat di Jakarta.
Pelatihan tersebut bertujuan menumbuhkan nasionalisme, disiplin, serta kesiapsiagaan bela negara di kalangan aparatur negara. Selain menjalankan tugas administratif, ASN diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai sistem pertahanan nasional.
Program ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara yang memungkinkan masyarakat sipil berpartisipasi dalam Komponen Cadangan.
Berikut sejumlah fakta terkait rencana pelatihan Komcad bagi ASN.
Pelatihan Komcad ASN Dimulai April 2026
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyatakan pelatihan Komponen Cadangan bagi ASN direncanakan mulai pada April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
“Mungkin nanti di akhir bulan depan kira-kira. April mungkin kira-kira akan kita mulai nanti,” ujar Donny.
Ia menegaskan, program ini merupakan bagian dari konsep pertahanan semesta, yang melibatkan seluruh komponen bangsa dalam menjaga kedaulatan negara.
Peserta Pelatihan Sekitar 4.000 ASN
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan sekitar 4.000 ASN akan mengikuti pelatihan Komcad pada tahap awal.
Pelaksanaan tahap pertama akan difokuskan kepada ASN yang bekerja di kementerian dan lembaga pemerintah pusat di Jakarta.
“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih dan untuk semester pertama ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta. Kurang lebih 4.000 orang,” kata Sjafrie.
Pelatihan Dilaksanakan dalam Dua Gelombang
Kementerian Pertahanan menjelaskan pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap dalam dua gelombang agar tidak mengganggu jalannya pelayanan publik.
Setiap gelombang akan diikuti sekitar 2.000 ASN dengan durasi pelatihan sekitar satu setengah bulan.
Skema ini juga bertujuan agar jumlah Komponen Cadangan dapat bertambah secara bertahap dalam satu periode pelatihan.
Keikutsertaan ASN Bersifat Sukarela
Pemerintah menegaskan keikutsertaan ASN dalam program Komcad tidak bersifat wajib.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip sukarela, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
“Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garis bawahi, syarat-syaratnya adalah sukarela,” tegas Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Rico Ricardo Sirait.
Peserta Harus Memenuhi Persyaratan
Tidak semua ASN dapat mengikuti pelatihan Komcad. Peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif, kesehatan, serta kesiapan fisik.




















