Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

400 Tewas di Kabul! Afghanistan Tuduh Pakistan Bom Rumah Sakit, Islamabad Bantah Keras

32
×

400 Tewas di Kabul! Afghanistan Tuduh Pakistan Bom Rumah Sakit, Islamabad Bantah Keras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KABUL | Sentrapos.co.id – Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan memuncak setelah serangan udara mematikan menghantam Rumah Sakit Rehabilitasi Adiksi Omar di Kabul, Senin (16/3/2026) malam. Pemerintah Afghanistan menuding militer Pakistan sebagai pelaku serangan yang menewaskan sedikitnya 400 orang.

Serangan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan menghancurkan sebagian besar bangunan fasilitas kesehatan tersebut. Rumah sakit yang memiliki kapasitas hingga 2.000 tempat tidur itu dilaporkan dipenuhi pasien saat insiden berlangsung.

Wakil juru bicara pemerintah Taliban, Hamdullah Fitrat, menyebut jumlah korban luka mencapai sekitar 250 orang, sementara tim penyelamat masih terus bekerja di lokasi kejadian.

“Jumlah korban tewas hingga saat ini mencapai 400 orang. Tim penyelamat masih berada di lokasi untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban,” ujar Fitrat.

Rekaman dari sejumlah televisi lokal memperlihatkan kobaran api besar di antara reruntuhan bangunan, sementara petugas pemadam kebakaran berjuang mengendalikan situasi.


Saksi Mata: Jet Tempur Terdengar Sebelum Ledakan

Seorang petugas keamanan rumah sakit, Omid Stanikzai (31), mengungkapkan detik-detik sebelum serangan terjadi. Ia mengaku mendengar suara jet tempur berputar di udara.

“Ada unit militer di sekitar kami. Ketika mereka menembaki jet, pesawat itu menjatuhkan bom dan kebakaran langsung terjadi,” katanya.

Ia menegaskan seluruh korban merupakan warga sipil, termasuk pasien yang sedang menjalani rehabilitasi.


Pakistan Bantah, Sebut Target Militer

Pemerintah Pakistan membantah keras tuduhan tersebut. Islamabad menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan hanya menyasar instalasi militer di Kabul dan Provinsi Nangarhar, bukan fasilitas sipil.

“Tidak benar serta bertujuan menyesatkan opini publik,” demikian pernyataan resmi pemerintah Pakistan.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa tuduhan Afghanistan tidak berdasar dan berpotensi memperkeruh situasi regional.


Taliban: Pelanggaran Wilayah dan Kejahatan Kemanusiaan

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras serangan tersebut. Ia menilai tindakan itu sebagai pelanggaran wilayah udara sekaligus kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Serangan ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan Afghanistan dan tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.


Konflik Memanas di Perbatasan

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah bentrokan bersenjata antara pasukan Afghanistan dan Pakistan di wilayah perbatasan. Pertempuran tersebut dilaporkan menewaskan empat orang dan menjadi eskalasi paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir.

Ketegangan kedua negara meningkat sejak Pakistan menuduh Afghanistan melindungi kelompok bersenjata, termasuk Tehrik-i-Taliban Pakistan. Namun, tuduhan tersebut telah berulang kali dibantah oleh Kabul.

Situasi ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan Asia Selatan. (*)

Example 300250