Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIHEADLINE NEWSPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

72 Siswa SD Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dapur SPPG Disetop! Diduga Spageti Jadi Penyebab

31
×

72 Siswa SD Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dapur SPPG Disetop! Diduga Spageti Jadi Penyebab

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Sebanyak 72 siswa sekolah dasar (SD) di Jakarta Timur masih menjalani perawatan intensif setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pramono Anung memastikan tidak seluruh siswa dirawat di rumah sakit. Sebagian hanya menjalani pemeriksaan medis dan telah diperbolehkan pulang.

“Yang dirawat ada 72 siswa di tiga rumah sakit. Ada juga yang datang, kemudian pulang dan tidak perlu dirawat,” ujar Pramono saat menjenguk korban di RSKD Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026).

Diduga Berasal dari Satu Dapur SPPG

Para siswa terdampak diketahui berasal dari empat SD di wilayah Jakarta Timur. Mereka mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, demam, hingga nyeri perut setelah mengonsumsi makanan pada Kamis (2/4/2026).

Hasil penelusuran sementara mengarah pada satu sumber dapur, yakni Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di kawasan Pondok Kelapa.

“Sebagian besar yang terdampak diduga berasal dari makanan spageti yang disiapkan dapur tersebut,” jelas Pramono.

Menu MBG saat itu terdiri dari spageti bolognese, bola daging, scramble egg tofu, sayuran, dan buah stroberi. Dugaan awal mengarah pada makanan yang tidak dalam kondisi segar.

BGN Minta Maaf, Operasional Dapur Dihentikan

Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan memastikan langkah cepat telah diambil.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung.

“Kami menyampaikan permohonan maaf dan bertanggung jawab penuh terhadap biaya pengobatan korban,” tegas Nanik.

Sebagai langkah tegas, BGN langsung menghentikan operasional dapur SPPG terkait.

“SPPG Pondok Kelapa kami suspend tanpa batas waktu karena belum memenuhi standar, termasuk tata letak dan sistem pengolahan limbah (IPAL),” tambahnya.

Penanganan Intensif dan Jaminan Biaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dalam penanganan kasus ini.

Siswa yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan mendapatkan jaminan pembiayaan penuh. Sementara yang belum terdaftar akan ditanggung oleh BGN.

Kondisi para siswa dilaporkan mulai membaik dan dalam tahap pemulihan.

“Alhamdulillah kondisinya stabil dan recovery. Mudah-mudahan satu dua hari sudah pulih,” ungkap Pramono.

Evaluasi Ketat Program MBG

Kasus ini menjadi sorotan serius terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek keamanan pangan dan pengawasan dapur penyedia makanan.

Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat program MBG menyasar kelompok rentan seperti anak-anak sekolah.


Poin Utama Berita

  • 72 siswa SD di Jakarta Timur dirawat akibat diduga keracunan MBG
  • Gejala meliputi mual, muntah, diare, demam, dan nyeri perut
  • Sumber diduga dari satu dapur SPPG di Pondok Kelapa
  • Menu spageti disebut sebagai penyebab utama
  • BGN minta maaf dan tanggung seluruh biaya pengobatan
  • Operasional dapur SPPG dihentikan tanpa batas waktu
  • Kondisi siswa mulai membaik, dalam tahap pemulihan
  • Pemerintah lakukan evaluasi ketat program MBG