Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BOLA

AC Milan Tumbang di Olimpico, Allegri Akui Kehilangan Rabiot Jadi Titik Lemah Rossoneri

39
×

AC Milan Tumbang di Olimpico, Allegri Akui Kehilangan Rabiot Jadi Titik Lemah Rossoneri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MILAN | Sentrapos.co.idAC Milan harus menelan kekalahan yang dinilai pantas saat menghadapi Lazio di Stadion Olimpico. Hasil tersebut membuat jarak Rossoneri dengan Inter Milan di puncak klasemen Serie A melebar menjadi delapan poin.

Kekalahan ini sekaligus membuka sejumlah persoalan serius dalam permainan tim asuhan Massimiliano Allegri. Sejak awal pertandingan, Milan terlihat kesulitan menjaga keseimbangan permainan, terutama saat menghadapi serangan balik cepat yang dilancarkan Lazio.

Situasi tersebut memunculkan analisis baru mengenai betapa pentingnya peran Adrien Rabiot di lini tengah Milan. Absennya gelandang asal Prancis itu dinilai memberi dampak besar terhadap performa tim.

Allegri Soroti Serangan Balik Lazio

Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, mengakui timnya mengalami kesulitan besar pada babak pertama. Ia menilai Milan terlalu sering memberi ruang bagi Lazio untuk melancarkan serangan balik berbahaya.

“Kami mendapati lebih banyak serangan balik di babak pertama daripada sepanjang musim liga kami berjalan,” kata Allegri kepada DAZN usai pertandingan.

Babak pertama memang menjadi periode yang sangat berat bagi Rossoneri. Tanpa kehadiran Adrien Rabiot, lini tengah Milan terlihat kehilangan keseimbangan sehingga pertahanan beberapa kali terbuka.

Pergerakan Mattia Zaccagni dan Gustav Isaksen kerap merepotkan lini belakang Milan. Keduanya juga mendapat dukungan dari Dele Bashiru dan Taylor, yang mampu memanfaatkan celah di sektor tengah.

Kondisi tersebut membuat lini belakang Milan bekerja ekstra keras karena minimnya perlindungan dari lini tengah.

Statistik Tegaskan Peran Vital Rabiot

Data statistik musim ini memperlihatkan betapa besar pengaruh Adrien Rabiot terhadap performa Milan. Ketika ia menjadi starter, Rossoneri mampu mencatat rata-rata 2,35 poin per pertandingan.

Angka tersebut menempatkan Milan sebagai salah satu kandidat kuat dalam perburuan gelar Scudetto. Namun ketika Rabiot tidak bermain, performa tim menurun drastis dengan rata-rata hanya 1,62 poin per laga.

Absennya Rabiot membuat Allegri harus mencari alternatif lain di lini tengah. Samuele Ricci sempat menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi tersebut.

Namun pada akhirnya Allegri memilih Jashari sebagai starter. Keputusan tersebut tidak mampu memberikan dampak signifikan dalam menjaga keseimbangan permainan Milan.

Kondisi ini menunjukkan minimnya pemain yang benar-benar mampu menggantikan peran Rabiot dalam sistem permainan Milan.

Ketegangan Muncul, Leao Tak Puas

Masalah Milan tidak berhenti pada absennya Rabiot. Kekalahan di Olimpico juga memunculkan ketegangan internal setelah Rafael Leao terlihat menunjukkan kekecewaan saat ditarik keluar oleh pelatih.

Pemain asal Portugal tersebut tampak kesal dengan keputusan pergantian pemain dan sempat terlibat perdebatan singkat dengan Allegri di pinggir lapangan.

Ketegangan itu diduga berkaitan dengan perubahan peran yang harus dijalani Leao setelah cedera yang dialami Gimenez.

Leao sempat dimainkan sebagai penyerang tengah, meskipun posisi aslinya berada di sektor sayap. Meski telah mencetak sembilan gol di Serie A musim ini, posisi tersebut dinilai bukan tempat yang paling ideal bagi sang pemain.

Pulisic Juga Terdampak Perubahan Taktik

Di sisi lain, Christian Pulisic juga mengalami periode yang tidak mudah. Selain persoalan kondisi fisik, pemain tim nasional Amerika Serikat itu disebut mengalami kesulitan secara taktis.

Pulisic dinilai lebih efektif bermain di belakang penyerang murni seperti Niclas Füllkrug, bukan ketika berduet dengan Leao yang bukan tipikal striker tengah.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Allegri untuk segera menemukan keseimbangan baru dalam skuad Milan jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar musim ini. (*)