ACEH TAMIANG | Sentrapos.co.id – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026). Kunjungan diawali dengan peresmian rumah hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana.
Pembangunan fasilitas permukiman sementara tersebut dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan telah dilengkapi fasilitas dasar, meliputi air bersih, sanitasi, listrik, drainase, serta akses jalan.
Hunian Layak Jadi Prioritas
AHY menegaskan, pemenuhan hunian sementara dan pemulihan infrastruktur pelayanan dasar menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan pascabencana.
“Masyarakat terdampak akan memiliki hunian sementara yang layak, aman, dan sehat, sambil pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur,” ujar AHY.
Menurutnya, ketersediaan hunian yang memadai menjadi fondasi penting agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal sembari menunggu pembangunan hunian permanen.
Pastikan Pendidikan Kembali Berjalan
Dalam rangkaian kunjungannya, AHY juga meninjau SMP Negeri 1 Karang Baru untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
“Sekolah harus segera pulih agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Air Bersih dan Layanan Kesehatan Jadi Fokus
Selanjutnya, AHY meninjau SPAM Karang Baru berkapasitas 100 liter per detik, termasuk jaringan penyaluran air bersih menuju RSUD Aceh Tamiang.
AHY menekankan bahwa ketersediaan air bersih sangat krusial, terutama untuk rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik lainnya.
“Ini harus dipastikan berjalan tanpa kendala,” ucapnya menegaskan.
Bantuan Kebutuhan Dasar
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan peninjauan hunian warga di Desa Lubuk Sidup. Pemerintah juga merencanakan penyaluran bantuan beras bagi masyarakat terdampak sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar.
Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang melalui kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, agar layanan publik dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat segera pulih. *




















