JAKARTA | Sentrapos.co.id – Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah mulai mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di BPJS Kesehatan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa integrasi AI menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan data kesehatan dalam skala besar.
“Pengelolaan data dalam skala besar tidak bisa lagi manual. Datanya besar dan bergerak cepat. AI menjadi kebutuhan agar layanan publik bisa lebih cepat dan tepat,” ujar Nezar, Kamis (2/4/2026).
Kolaborasi Komdigi–BPJS Kesehatan
Pemerintah tengah menyiapkan kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan BPJS Kesehatan. Fokus utamanya adalah pemanfaatan AI untuk mempercepat proses layanan, meningkatkan akurasi, serta efisiensi sistem.
Melalui integrasi data dan pengembangan use case yang relevan, implementasi teknologi ini diharapkan segera berjalan di lapangan.
AI Talent Factory Siapkan SDM Unggul
Untuk mendukung transformasi ini, pemerintah telah menyiapkan ekosistem talenta digital melalui program AI Talent Factory.
Program tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi unggulan seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, hingga Universitas Indonesia.
Tak hanya itu, kolaborasi juga menggandeng perusahaan teknologi global seperti Google, Apple, dan Amazon, serta institusi pendidikan dunia seperti Massachusetts Institute of Technology dan University of Oxford.
BPJS Kesehatan Mulai Terapkan AI
Di sisi lain, BPJS Kesehatan telah lebih dulu mengembangkan pemanfaatan AI dalam sistem layanannya.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengungkapkan bahwa pengembangan saat ini mencakup chatbot, analisis klaim, serta sistem smart analytics.
“Chatbot yang ada saat ini masih sebatas pengganti layanan FAQ, dan sistem klaim belum mampu membaca berbagai variabel secara komprehensif,” jelas Setiaji.
Target: Layanan Lebih Cepat, Akurat, dan Responsif
Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan layanan BPJS Kesehatan menjadi lebih responsif dan berbasis data.
Proses klaim diharapkan dapat dipercepat dengan analisis yang lebih canggih, sementara pemanfaatan data kesehatan akan dioptimalkan untuk mendukung kebijakan berbasis bukti.
Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mempercepat transfer pengetahuan dan penguatan talenta digital di sektor kesehatan. (*)
Poin Utama Berita
- Pemerintah dorong pemanfaatan AI dalam layanan BPJS Kesehatan
- Nezar Patria tekankan pentingnya pengelolaan data berbasis teknologi
- Kolaborasi Komdigi dan BPJS fokus pada kecepatan dan akurasi layanan
- Program AI Talent Factory siapkan SDM unggul
- Libatkan kampus ternama dan perusahaan teknologi global
- BPJS sudah mulai gunakan AI untuk chatbot dan analisis klaim
- Sistem saat ini masih memiliki keterbatasan
- Target utama: layanan lebih cepat, akurat, dan berbasis data

















