JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak mengalami pemotongan. Pemerintah justru memperkuat sektor ini melalui program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat yang memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
“Penting kami tegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dan Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan, tapi memiliki multiplier effect ekonomi yang nyata,” ujar Qodari.
Anggaran Pendidikan Diperkuat, Bukan Dipangkas
Qodari memastikan keberlanjutan dua program strategis tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga bahkan meningkatkan anggaran pendidikan.
“Tidak ada pengurangan anggaran pendidikan. Justru ini menunjukkan anggaran akan terus diperkuat,” tegasnya.
Program ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang merata.
16.167 Sekolah Direvitalisasi, Mayoritas Rampung
Pada tahun 2025, program revitalisasi sekolah mencakup 16.167 satuan pendidikan. Jumlah tersebut meningkat dari target awal 10.000 sekolah setelah adanya penambahan sekitar 6.000 sekolah.
Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah selesai direvitalisasi, sementara 105 sekolah lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Program ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur pendidikan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di daerah melalui proyek pembangunan.
Sekolah Rakyat Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja
Selain revitalisasi, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Rakyat sebagai prioritas untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya desil 1 dan 2 atau 20 persen masyarakat terbawah.
“Tahap kedua pembangunan ditargetkan menyerap sekitar 58.000 tenaga konstruksi dan didukung 5.200 tenaga pendidik,” jelas Qodari.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
Target 500 Sekolah Rakyat Hingga 2029
Setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa per tahun. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029.
Dengan target tersebut, program ini diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 540.000 siswa dari keluarga kurang mampu setiap tahunnya.
Saat ini, pembangunan tahap kedua mencakup 104 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, meliputi:
- 40 lokasi di Pulau Jawa
- 26 lokasi di Sumatra
- 12 lokasi di Kalimantan
- 16 lokasi di Sulawesi
- 3 lokasi di Bali dan Nusa Tenggara
- 4 lokasi di Maluku
- 3 lokasi di Papua
Dampak Ganda: Pendidikan Meningkat, Ekonomi Bergerak
Program revitalisasi sekolah dan Sekolah Rakyat menjadi strategi terpadu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
Dengan pendekatan ini, pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi masyarakat luas. (*)




















