SIDOARJO | Sentrapos.co.id — Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meninjau langsung kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Suko, Sidoarjo, Jawa Timur, dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan.
Dalam kunjungannya, Bambang menyebut SPPG Suko melayani sekitar 6.000 penerima manfaat setiap hari.
“Saya hadir di SPPG Suko yang ada di Sidoarjo untuk melihat kesiapan dalam melayani makan bergizi gratis. Di sini ada 6.000 penerima manfaat yang disiapkan setiap harinya,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Bambang menilai program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
SPPG Suko, kata dia, menyerap sedikitnya 47 tenaga kerja, belum termasuk tenaga pendukung lainnya dalam rantai distribusi bahan pangan dan jasa.
Ia juga mengaitkan pelaksanaan program MBG dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang disebutnya meningkat dari sekitar 5,1 persen menjadi 5,9 persen.
Menurutnya, program ini berkontribusi terhadap perputaran ekonomi, khususnya di sektor pangan dan jasa.
Pastikan Kelayakan Menu Selama Ramadhan
Dalam kesempatan tersebut, Bambang turut mengevaluasi kesiapan layanan MBG selama Ramadhan, terutama kualitas makanan yang dijadikan bekal berbuka puasa bagi para penerima manfaat.
“Dari gizinya, rasanya, hingga variasinya, semua layak dan diminati anak-anak. Standarisasi dan sterilisasi di sini juga luar biasa,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar kualitas layanan MBG tetap dijaga secara konsisten di seluruh daerah, sehingga standar pelayanan dan keamanan pangan tetap terjamin.
DPRD Dorong Penguatan LP2B
Sementara itu, anggota DPRD Sidoarjo Fraksi Gerindra, Supriyono, mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera menyusun master plan penyediaan bahan baku untuk mendukung operasional SPPG.
Ia menekankan pentingnya penguatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar kebutuhan bahan pangan SPPG dan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal.
“Sumber produksinya juga harus disiapkan. LP2B perlu diperkuat dengan regulasi agar bantuan pemerintah masuk dan petani tidak tergoda menjual lahannya,” ujarnya.
Sinergi Gizi dan Ketahanan Pangan
Program MBG melalui SPPG dinilai menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan penguatan produksi lokal dan pengawasan kualitas yang ketat, program ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda: peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. (*)




















