Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASI & PEMERINTAHANDAERAHPERISTIWA

Antrean Gilimanuk Tembus 9 Km, Polda Jatim Siapkan Skema Ketat Arus Balik Ketapang Jelang Nyepi & Lebaran 2026

63
×

Antrean Gilimanuk Tembus 9 Km, Polda Jatim Siapkan Skema Ketat Arus Balik Ketapang Jelang Nyepi & Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANYUWANGI | Sentrapos.co.id – Antrean panjang arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Kondisi ini dijadikan bahan evaluasi untuk mengantisipasi lonjakan arus balik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan, pihaknya telah menyiapkan strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna menghindari kepadatan ekstrem saat arus balik.

“Antrean di Gilimanuk menjadi bahan evaluasi kami. Saat arus balik nanti, jumlahnya bisa sama bahkan lebih besar,” ujar Nanang, Rabu (18/3/2026).

Berdasarkan pemantauan udara, antrean di Pelabuhan Gilimanuk masih terjadi hingga siang hari, sementara kondisi di Pelabuhan Ketapang mulai relatif lengang.

Namun, penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk dibatasi hingga pukul 17.00 WIB sebagai bagian dari penyesuaian menjelang Hari Raya Nyepi.

“Pengendara yang tiba sebelum pukul 17.00 WIB masih bisa menyeberang. Setelah itu, bisa beristirahat di kantong parkir yang disiapkan ASDP,” jelasnya.

Antrean Mulai Terurai, Masih Tersisa 9 Km

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko, menyampaikan bahwa antrean panjang yang sebelumnya mencapai hingga 40 kilometer kini mulai berangsur terurai.

“Hingga siang ini antrean di Gilimanuk tersisa sekitar 9 kilometer. Kami terus mengangkut pemudik secara maksimal,” kata Arief.

ASDP mengoperasikan sebanyak 40 kapal feri di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk mempercepat distribusi kendaraan dan penumpang.

Sebanyak 22 kapal di antaranya menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB), yakni kapal hanya membongkar muatan di Ketapang tanpa memuat kendaraan baru, lalu langsung kembali ke Gilimanuk.

“Skema ini mempercepat penguraian antrean karena kapal tidak perlu menunggu muatan baru,” tegasnya.

Empat dermaga yang digunakan untuk skema ini meliputi Dermaga MB1, MB4, LCM, dan Bulusan.

Lonjakan Kendaraan, Motor Dominasi

Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran Gilimanuk pada H-4 Lebaran, tercatat sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa dalam 24 jam.

Jumlah ini meningkat 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau naik 7,2 persen.

Peningkatan ini dipicu tingginya mobilitas masyarakat menjelang penutupan sementara layanan penyeberangan selama Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.

Kapolda Turun Langsung, Bagikan Bingkisan

Dalam peninjauan di Pelabuhan Ketapang, Kapolda Jatim juga menyempatkan diri memberikan bingkisan Lebaran kepada para sopir bus dan penumpang yang sedang antre.

Langkah ini sebagai bentuk perhatian sekaligus memastikan kondisi pemudik tetap aman dan nyaman selama perjalanan.

Antisipasi Arus Balik, Masyarakat Diimbau Waspada

Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik dengan baik, menghindari jam padat, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Kami siapkan pengamanan maksimal. Masyarakat diharapkan tetap tertib agar arus balik berjalan lancar dan aman,” pungkas Nanang.

Dengan kombinasi strategi pengamanan, penambahan armada kapal, serta rekayasa operasional, diharapkan arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk dapat berjalan lebih lancar tanpa kemacetan panjang. (*)

Example 300250