JAKARTA, Sentrapos.co.id — Pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali dan aman. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan defisit anggaran tidak akan melampaui batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
“Aman itu. Saya kira nggak akan tembus 3 persen dari PDB,” tegas Purbaya.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario strategis untuk menjaga stabilitas fiskal, termasuk opsi efisiensi anggaran hingga 10 persen di berbagai sektor belanja negara.
Menurutnya, langkah pemangkasan tersebut tidak akan mengganggu keseimbangan fiskal maupun program prioritas nasional.
“Ditanya kondisi anggaran gimana, saya bilang aman dengan beberapa action. Jadi 10 persen pangkas nggak ada masalah,” ujarnya.
Meski demikian, Purbaya menambahkan bahwa rincian kebijakan efisiensi anggaran akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat, setelah seluruh perhitungan matang diselesaikan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan perhitungan komprehensif terhadap berbagai opsi kebijakan, termasuk kemungkinan penerbitan regulasi tambahan jika diperlukan.
“Udah kita hitung, kita siapin semua,” katanya singkat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa target defisit di bawah 3 persen dapat dicapai melalui efisiensi belanja di kementerian dan lembaga (K/L).
Langkah ini, kata Airlangga, telah dibahas dalam sidang kabinet paripurna dan dikoordinasikan dengan kementerian teknis terkait guna memastikan implementasi berjalan efektif.
“Dengan efisiensi berbagai K/L itu, defisit 3 persen bisa dijaga,” ujar Airlangga.
Pemerintah optimistis, melalui pengelolaan fiskal yang disiplin dan terukur, stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global. Kebijakan efisiensi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas belanja negara tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.(*)




















