JAKARTA | Sentrapos.co.id – Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) mulai mematangkan strategi pengaturan lalu lintas guna menghadapi arus balik Lebaran 2026. Sejumlah skenario disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari berbagai daerah menuju pusat-pusat perkotaan.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk pemanfaatan ruas tol fungsional sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan.
“Kami sudah punya strategi dan skenario. Arus balik dari Jawa Barat akan kami alihkan ke tol fungsional, termasuk di Sukabumi,” ujar Agus, Jumat (20/3/2026).
Tol Fungsional Jadi Kunci Antisipasi Macet
Penggunaan tol fungsional menjadi langkah strategis untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat di jalur utama.
Sejumlah ruas yang belum beroperasi penuh akan difungsikan sementara guna mendukung kelancaran arus balik, terutama dari wilayah padat pemudik seperti Jawa Barat.
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi potensi kemacetan panjang yang kerap terjadi pada periode arus balik Lebaran.
Puncak Arus Balik Terbagi Dua Gelombang
Korlantas memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang:
- Gelombang I: 25–26 Maret 2026
- Gelombang II: 28–29 Maret 2026
Dengan skema ini, distribusi kendaraan diharapkan lebih merata sehingga tidak terjadi penumpukan ekstrem dalam satu waktu.
“Pembagian dua gelombang ini untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas secara keseluruhan,” jelas Agus.
Operasi Ketupat 2026: 2.746 Posko Disiagakan
Selain rekayasa lalu lintas, pengamanan diperkuat melalui Operasi Ketupat 2026 yang menjadi agenda tahunan pengamanan Lebaran.
Sebanyak 2.746 posko disiapkan, terdiri dari:
- 1.624 pos pengamanan
- 779 pos pelayanan
- 343 pos terpadu
Posko-posko tersebut akan mengamankan 185.608 objek vital, meliputi:
masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata.
Imbauan untuk Pemudik
Korlantas mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan arus balik dengan baik, termasuk menjaga kondisi fisik dan memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Selain itu, pemudik diminta mematuhi arahan petugas di lapangan serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.
“Ikuti arahan petugas dan manfaatkan jalur yang sudah direkayasa demi keselamatan bersama,” tegas Korlantas.
Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama puncak arus balik Lebaran 2026. (*)




















