Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIPERISTIWA

Arus Balik Lebaran 2026 Meledak! Penumpang Tembus 12,2 Juta, Kendaraan Masuk Jakarta Naik 18 Persen

67
×

Arus Balik Lebaran 2026 Meledak! Penumpang Tembus 12,2 Juta, Kendaraan Masuk Jakarta Naik 18 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pergerakan penumpang dan kendaraan pada arus balik Lebaran 2026 mengalami lonjakan signifikan. Kementerian Perhubungan mencatat hingga H+2 Lebaran, jumlah penumpang angkutan umum mencapai 12,2 juta orang atau naik 9,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Kemenhub, Sigit Widodo, menyebut peningkatan sudah terlihat sejak H+1 Lebaran dan terus menunjukkan tren naik.

“Tercatat sebanyak 12,2 juta orang dari H-8 sampai H+1. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar Sigit di Posko Pusat Kemenhub, Senin (23/3/2026).

Lonjakan Kendaraan Masuk Jakarta

Tak hanya angkutan umum, arus kendaraan pribadi juga melonjak tajam. Pada H+1 Lebaran, jumlah kendaraan yang masuk Jakarta mencapai 182.676 unit atau naik sekitar 17,97 persen dibandingkan 2025.

Sementara pada 21 Maret 2026, kendaraan yang masuk tercatat 122.074 unit. Data ini mengindikasikan arus balik mulai memuncak.

Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret

Kemenhub memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3 Lebaran). Berdasarkan data dari Jasa Marga, sekitar 285 ribu kendaraan diprediksi kembali ke wilayah Jabodetabek pada tanggal tersebut.

Untuk mengantisipasi lonjakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi pengendalian lalu lintas.

“Strategi dilakukan melalui rekayasa lalu lintas dan pengaturan transportasi guna menjaga kelancaran arus balik,” jelas Sigit.

Moda Transportasi: Kendaraan Pribadi Masih Dominan

Kemenhub mencatat kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi paling dominan selama arus balik. Diikuti oleh kereta api dan transportasi penyeberangan.

Sementara itu, moda bus dan pesawat juga mengalami peningkatan, meski jumlahnya masih di bawah kendaraan pribadi dan kereta api.

Pada 21 Maret, jumlah penumpang angkutan umum tercatat 873.916 orang. Angka ini melonjak menjadi sekitar 1,2 juta penumpang pada H+1 Lebaran.

Imbauan Hindari Puncak Arus Balik

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik pada 24 Maret 2026,” tegasnya.

Masyarakat disarankan melakukan perjalanan lebih awal atau menunda kepulangan setelah puncak arus balik untuk menghindari kemacetan.

Lonjakan arus balik tahun ini menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat pascapandemi sekaligus tantangan besar bagi pengelolaan transportasi nasional. (*)