BANYUWANGI | Sentrapos.co.id – Aktivitas arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Ketapang mulai mengalami peningkatan signifikan. Sejak Senin (23/3/2026), kawasan pelabuhan tampak dipadati pemudik, khususnya pengguna kendaraan roda dua.
Lonjakan arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada 26 hingga 29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan, jajaran pemerintah daerah bersama aparat keamanan menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Posko ASDP Ketapang, Selasa (24/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan, serta Forkopimda dan stakeholder terkait. Rakor juga terhubung secara daring dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Puncak Arus Balik Diprediksi 26–29 Maret
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengimbau para pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan di pelabuhan.
“Pemudik diharapkan bisa mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) agar tidak terjadi kepadatan saat puncak arus balik,” ujarnya.
16 Buffer Zone Disiapkan Antisipasi Kepadatan
Sebagai langkah mitigasi, petugas telah menyiapkan 16 titik buffer zone atau kantong parkir di sekitar pelabuhan untuk menampung lonjakan kendaraan.
“Ada 16 titik buffer zone yang disiapkan untuk menampung kendaraan jika terjadi kepadatan,” tegas Rofiq.
Selain itu, sejumlah lokasi strategis juga difungsikan sebagai kantong parkir tambahan, seperti kawasan RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, SPBU Sri Tanjung, hingga Grand Watu Dodol (GWD).
Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan arus kendaraan menuju pelabuhan dan menjaga kelancaran penyeberangan lintas Jawa–Bali.
Tiket Wajib Online, Tanpa Penjualan di Pelabuhan
Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa tidak ada penjualan tiket di lokasi pelabuhan.
Seluruh pengguna jasa diwajibkan membeli tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60 sebelum keberangkatan.
Pengamanan Gabungan Disiagakan
Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, serta instansi terkait lainnya disiagakan penuh selama periode arus balik Lebaran.
Upaya ini dilakukan guna memastikan arus balik berjalan aman, tertib, dan lancar, serta meminimalisir potensi gangguan di jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia tersebut. (*)




















