JAKARTA | Sentrapos.co.id — Militer Amerika Serikat (AS) mengeklaim telah menghancurkan sedikitnya 16 kapal penebar ranjau milik Iran di perairan dekat Selat Hormuz pada Selasa (10/3). Operasi militer tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait potensi ancaman terhadap jalur pelayaran internasional yang sangat strategis itu.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer untuk menetralkan ancaman ranjau laut yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan Teluk Persia.
CENTCOM bahkan merilis rekaman video yang menunjukkan serangan terhadap sejumlah kapal Iran yang diduga digunakan untuk menyebarkan ranjau laut.
Trump: Kapal Penebar Ranjau Iran Telah Dihancurkan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah menghancurkan sejumlah kapal penebar ranjau yang tidak aktif di wilayah tersebut.
“Saya dengan senang hati melaporkan dalam beberapa jam terakhir, kami telah menyerang dan sepenuhnya menghancurkan sebanyak 10 kapal penebar ranjau yang tidak aktif, dan operasi lainnya akan menyusul,” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social, seperti dikutip Reuters.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mentoleransi upaya Iran menempatkan ranjau laut di Selat Hormuz yang dapat mengancam jalur perdagangan global.
Ancaman Militer Keras terhadap Iran
Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait kemungkinan pemasangan ranjau laut di perairan strategis tersebut.
“Jika Iran telah menempatkan ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan bahwa mereka melakukannya, kami ingin ranjau itu segera disingkirkan,” tegas Trump.
Ia menambahkan bahwa konsekuensi militer bagi Iran akan sangat berat jika ancaman tersebut benar-benar terjadi.
“Jika dengan alasan apa pun ranjau dipasang dan tidak segera dihapus, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya.
Trump juga menyebut operasi militer tersebut menggunakan teknologi serta kemampuan rudal yang sebelumnya dipakai dalam operasi melawan jaringan pengedar narkoba.
Operasi Epic Fury dan Ketegangan di Teluk Persia
CENTCOM menjelaskan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam memproyeksikan kekuatan militernya di laut, sekaligus mencegah gangguan terhadap jalur pelayaran internasional yang melewati Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia, yang dilalui oleh sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia menuju pasar global.
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya juga menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan darat ke Iran jika situasi keamanan semakin memburuk.
Ia menjelaskan bahwa operasi militer di kawasan tersebut akan terus berlangsung hingga target utama dalam Operasi Epic Fury tercapai.
Langkah militer ini semakin menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik terbuka yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan energi global. (*)




















