Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

AS Kerahkan 3.500 Pasukan dan USS Tripoli ke Timur Tengah, Konflik dengan Iran Kian Memanas

14
×

AS Kerahkan 3.500 Pasukan dan USS Tripoli ke Timur Tengah, Konflik dengan Iran Kian Memanas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON D.C | Sentrapos.co.idAmerika Serikat mengerahkan lebih dari 3.500 personel militer ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Iran.

Langkah strategis ini diperkuat dengan pengiriman kapal perang amfibi USS Tripoli yang membawa sekitar 2.500 Marinir dan berbagai perlengkapan tempur canggih.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan USS Tripoli telah tiba di wilayah operasi dan kini berfungsi sebagai pusat komando Grup Siap Amfibi Tripoli serta Unit Ekspedisi Marinir ke-31.

Kapal perang tersebut dikenal sebagai salah satu armada paling modern milik Angkatan Laut AS, dengan kemampuan membawa jet tempur siluman F-35, pesawat tiltrotor Osprey, serta berbagai aset udara lainnya.

“USS Tripoli kini telah berada di area operasi sebagai bagian dari penguatan militer AS di kawasan,” demikian pernyataan CENTCOM.

Selain itu, kapal perang USS Boxer bersama dua kapal lainnya juga telah dikerahkan dari San Diego untuk memperkuat posisi militer AS di kawasan tersebut.

Sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari 2026, pasukan AS dilaporkan telah menyerang lebih dari 11.000 target di wilayah konflik.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington berupaya mencapai tujuan militer tanpa mengerahkan pasukan darat, meskipun berbagai skenario tetap dipersiapkan.

“Kehadiran pasukan memberikan fleksibilitas dalam merespons perkembangan di lapangan,” ujar Rubio.


Serangan Iran Picu Eskalasi Tajam

Ketegangan meningkat tajam setelah Iran meluncurkan serangan ke pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi menggunakan enam rudal balistik dan 29 drone.

Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 10 tentara AS terluka, termasuk dua dalam kondisi serius.

Di sisi lain, konflik juga meluas dengan keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran. Mereka mengklaim telah meluncurkan serangan rudal ke Israel, meski berhasil dicegat.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari koordinasi dengan Iran dan Hizbullah.


Ancaman Global: Energi dan Jalur Perdagangan Terganggu

Eskalasi konflik ini berdampak signifikan terhadap stabilitas global, terutama pada sektor energi dan perdagangan internasional.

Wilayah strategis seperti Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb menjadi titik rawan yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia.

Gangguan pada jalur tersebut dapat memicu lonjakan harga energi global serta menghambat arus perdagangan internasional, termasuk jalur menuju Terusan Suez.

“Ketegangan di jalur strategis ini berisiko besar terhadap stabilitas ekonomi global,” ungkap analis geopolitik.

Situasi ini mendorong negara-negara untuk mencari jalur alternatif distribusi energi di tengah ketidakpastian yang terus meningkat. (*)


Poin Utama Berita

  • AS kerahkan 3.500 pasukan ke Timur Tengah
  • USS Tripoli jadi pusat kekuatan militer di kawasan
  • Konflik dengan Iran terus meningkat
  • Serangan Iran lukai 10 tentara AS
  • Houthi ikut memperluas konflik regional
  • Jalur energi global terancam, harga minyak berpotensi naik