Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

AS Kerahkan Ribuan Marinir dan Kapal Perang Dekati Iran, Sinyal Serangan Darat Makin Nyata

81
×

AS Kerahkan Ribuan Marinir dan Kapal Perang Dekati Iran, Sinyal Serangan Darat Makin Nyata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON D.C | Sentrapos.co.id — Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengerahkan ribuan personel Marinir beserta sejumlah kapal perang menuju kawasan Timur Tengah, mendekati wilayah Iran.

Pengerahan kekuatan militer dalam skala besar tersebut dinilai sebagai sinyal meningkatnya eskalasi konflik dan kemungkinan rencana operasi militer darat terhadap Iran.

Dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada CBS News bahwa pasukan yang dikirim berasal dari kelompok amfibi dan unit ekspedisi Marinir.

Salah satu sumber pejabat AS menyebutkan bahwa kelompok tersebut akan dipimpin oleh USS Tripoli, kapal serbu amfibi yang berbasis di Jepang.

Kelompok tempur yang dipimpin USS Tripoli biasanya terdiri dari sekitar 5.000 personel, termasuk pasukan Marinir yang ditempatkan di berbagai kapal perang pendukung.

Namun laporan terbaru menyebutkan USS Tripoli membawa sekitar 2.500 personel Marinir yang saat ini sedang bergerak menuju kawasan Timur Tengah guna memperkuat kekuatan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Menuju Kawasan Konflik Timur Tengah

Kapal perang USS Tripoli bersama pasukan dari Grup Ekspedisi Marinir ke-31 diketahui bergerak dari kawasan Asia Pasifik.

Pergerakan kapal tersebut dilaporkan melewati Selat Luzon dalam perjalanan menuju kawasan operasi militer yang lebih dekat dengan Timur Tengah.

Laporan mengenai pengerahan pasukan ini pertama kali diungkap oleh surat kabar The Wall Street Journal (WSJ).

Media tersebut menyebut bahwa permintaan pengerahan tambahan pasukan diajukan oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dan telah disetujui oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Hingga saat ini, pihak militer Amerika Serikat maupun Departemen Pertahanan (Pentagon) belum memberikan pernyataan resmi mengenai detail pengerahan pasukan tersebut.

Namun, dalam praktiknya, pemerintah dan militer AS memang jarang mengumumkan secara rinci pergerakan pasukan yang sedang menuju kawasan konflik.

Sistem Pertahanan Rudal Dipindahkan

Selain mengirimkan personel Marinir dan kapal perang, Amerika Serikat juga dilaporkan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal yang sebelumnya ditempatkan di Korea Selatan ke kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan sekaligus meningkatkan kesiapan militer di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Trump Ancam Serangan Lebih Keras

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS telah berhasil menghancurkan sejumlah infrastruktur militer Iran di Pulau Kharg, yang berada di kawasan Selat Hormuz.

Trump juga menegaskan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat akan segera mulai mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi jalur strategis tersebut.

Trump bahkan memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan yang sangat keras dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa militer Amerika Serikat tidak akan menunjukkan belas kasih dalam menghadapi Iran.

Menurut data Pentagon, militer AS telah melancarkan serangan terhadap sekitar 6.000 target militer Iran selama dua pekan pertama konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Eskalasi militer yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran global bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

(*)

Example 300250