TUBAN | Sentrapos.co.id – Sebuah video dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, viral di media sosial. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah pegawai SPBU mengalami luka, bahkan satu korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Dalam video yang beredar, pelaku diduga berinisial J, seorang ASN yang disebut menjabat Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PMD) di Kecamatan Parengan. Peristiwa itu terjadi di SPBU Jalan Cokrokusumo, Desa Parangbatu, pada Sabtu malam (7/2/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, pelaku datang menggunakan mobil hitam bersama seorang rekannya yang juga disebut pegawai kecamatan. Saat hendak mengisi bahan bakar, posisi mobil pelaku diketahui tidak berada di jalur antrean yang semestinya.
Pada saat bersamaan, operator SPBU bernama Ferdi tengah melakukan pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual sebelum melayani kendaraan roda dua yang sudah mengantre di depan mobil pelaku.
Tanpa alasan yang jelas, pelaku turun dari kendaraan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap Ferdi.
“Tanpa tahu sebabnya, rambut saya dijambak berulang kali. Padahal saya sedang melayani motor yang sudah antre di depan mobilnya,” ujar Ferdi, Senin (9/2/2026).
Upaya rekan-rekan korban untuk melerai justru memicu emosi pelaku semakin memuncak. Mandor SPBU, Ali Nasroh, yang mencoba menanyakan duduk perkara, justru dipukul di bagian perut.
“Pelaku sempat berkata, ‘kamu tidak tahu siapa aku?’,” tutur Ferdi.
Korban paling parah adalah operator SPBU bernama Prasojo. Ia dipukul hingga terjatuh, mengalami pendarahan di hidung, dan kakinya diinjak saat berusaha melerai. Prasojo kemudian dilarikan ke RSUD dr. Koesma untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas kebersihan SPBU, Riswandi, juga menjadi korban setelah dipukul di bagian pipi kiri hingga mengalami pembengkakan.
Setelah kejadian, pelaku meninggalkan lokasi bersama rekannya. Situasi sempat membuat pegawai SPBU dan warga sekitar shock.
Korban Jalani Operasi
Mandor SPBU Ali Nasroh mengungkapkan, hasil diagnosis awal menunjukkan Prasojo mengalami patah tulang hidung sehingga harus menjalani tindakan operasi.
“Hari ini Pak Prasojo dirawat di RSUD dr. Koesma Tuban untuk observasi dan menjalani operasi hidung,” kata Ali.
Respons Kecamatan dan Kepolisian
Camat Parengan, Darmadin Noor, membenarkan bahwa pria dalam video tersebut adalah pegawai di lingkungan kecamatan. Namun, ia menyatakan akan mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan.
“Kejadian sudah saya konfirmasi kepada yang bersangkutan. Akan diupayakan penyelesaian secara kekeluargaan,” ujarnya.
Sementara itu, Polres Tuban memastikan proses hukum tetap berjalan. Kasatreskrim Polres Tuban, Bobby Wirawan, menyebut pihaknya telah menerima laporan korban dan melakukan pemeriksaan saksi.
“Saat ini kami telah memeriksa empat korban dan dua saksi. Proses penyelidikan masih berjalan,” kata AKP Bobby.
Pelaku diketahui telah diamankan di kediamannya di Kecamatan Parengan pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB dan dibawa ke Polres Tuban untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku sudah diamankan dan akan kami periksa. Untuk motif dan kronologi lengkap akan kami sampaikan setelah pemeriksaan selesai,” tegas Bobby.




















