JAKARTA | Sentrapos.co.id — Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan candaan politik saat menghadiri acara peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyebut bahwa bagi Partai Golkar, “Lailatul Qadar” dalam konteks politik adalah ketika jumlah kursi partai bertambah dalam pemilihan umum.
“Ini insyaallah kalau orang yang selalu diberikan berkah, secercah harapan Lailatul Qadar sudah mulai turun. Tapi kalau bagi Partai Golkar, Lailatul Qadar itu kalau kursi tambah,” ujar Bahlil Lahadalia, Jumat (6/3/2026).
Candaan tersebut disampaikan di hadapan kader dan pengurus partai yang menghadiri kegiatan keagamaan sekaligus silaturahmi Ramadan tersebut.
Kekuasaan Harus Jadi Amanah
Meski disampaikan dengan nada berkelakar, Bahlil menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Quran harus menjadi pedoman bagi seluruh kader Partai Golkar dalam menjalankan kekuasaan, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif.
Menurutnya, kekuasaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kemenangan politik, melainkan sebagai amanah yang harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau kader Partai Golkar di eksekutif maupun legislatif, ini tidak hanya sekadar kekuasaan yang kita rebut, tapi kekuasaan amanah itu harus menjadi rahmatan lil ‘alamin,” kata Bahlil.
Ia menambahkan bahwa setiap jabatan publik yang diemban kader partai merupakan bentuk tanggung jawab yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
“Setiap kekuasaan itu insyaallah akan menjadi instrumen pengabdian dan kita akan mempertanggungjawabkan nanti di Yaumul Mahsyar ketika kita kembali kepada Sang Khalik,” ujarnya.
Golkar Bidik Kenaikan Suara pada Pemilu 2029
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji sebelumnya juga mengungkapkan target partai untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.
Target tersebut disampaikan dalam acara peringatan HUT Fraksi Partai Golkar ke-58 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Menurut Sarmuji, Golkar menargetkan peningkatan suara minimal 20 persen dibandingkan perolehan sebelumnya di setiap daerah pemilihan.
“Bukan hanya sekadar jadi, tetapi suaranya meningkat. Kalau sekarang dapat suara 100 ribu, ya 2029 meningkat sekitar 20 persen minimal dari 100 ribu menjadi 120 ribu,” kata Sarmuji.




















