JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan, meskipun harga minyak mentah dunia melonjak akibat eskalasi konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran.
Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa (3/3/2026), Bahlil menegaskan harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga ada keputusan resmi pemerintah.
“Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, mau naik berapa pun harga minyak dunia, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,” ujarnya.
BBM Nonsubsidi Ikut Fluktuasi Harga Dunia
Berbeda dengan BBM subsidi, bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax akan menyesuaikan harga mengikuti fluktuasi minyak mentah global.
Bahlil mengungkapkan harga minyak dunia saat ini berada di kisaran 78–80 dolar AS per barel, melampaui asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok 70 dolar AS per barel.
Sebagai negara pengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, kenaikan harga global berpotensi menambah beban subsidi energi dalam APBN. Namun, Indonesia juga memperoleh tambahan penerimaan dari produksi dalam negeri yang mencapai sekitar 600 ribu barel per hari.
“Selisih ini yang sedang kami hitung dengan hati-hati karena terkait subsidi energi di dalam negeri,” kata Bahlil.
Dampak Konflik Timur Tengah
Lonjakan harga minyak dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal ke sejumlah wilayah dan fasilitas militer di kawasan tersebut.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan tersebut.
Situasi diperparah oleh laporan media Iran mengenai penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia atau sekitar 20 juta barel per hari.
Pemerintah: BBM Subsidi Aman
Meski harga minyak dunia meningkat, pemerintah menegaskan belum ada rencana menaikkan harga BBM subsidi setelah rapat Dewan Energi Nasional.
“Sampai dengan rapat tadi, belum ada kenaikan harga BBM subsidi. Jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan,” tegas Bahlil.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan global dan menjaga stabilitas energi nasional guna melindungi daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026. (*)




















