MALANG | Sentrapos.co.id — Bandara Abdulrachman Saleh, Jawa Timur, menyatakan hingga kini belum menerima permintaan penambahan jadwal penerbangan (extra flight) untuk periode Angkutan Lebaran 2026 dari maskapai yang beroperasi di bandara tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdulrachman Saleh, Purwo Cahyo Widhiatmoko, mengatakan maskapai umumnya akan terlebih dahulu memantau animo masyarakat sebelum mengajukan tambahan jadwal.
“Sementara ini masih enam penerbangan, sama seperti jadwal reguler. Penambahan jadwal tergantung dari animo masyarakat. Jika penerbangan reguler dirasa sudah mencukupi maka tidak ada extra,” ujarnya di Kabupaten Malang.
Enam Penerbangan Reguler Rute Jakarta–Malang
Saat ini, terdapat enam jadwal penerbangan reguler dengan rute Jakarta–Malang–Jakarta. Rinciannya:
-
Batik Air: empat kali penerbangan per hari
-
Citilink: dua kali penerbangan per hari
Rata-rata jumlah penumpang pada hari biasa mencapai sekitar 1.200 orang per hari, dan meningkat menjadi sekitar 1.400 orang saat momen libur panjang, termasuk Hari Raya Idul Fitri.
Berdasarkan pengalaman Angkutan Lebaran 2025, maskapai biasanya mengajukan tambahan jadwal sekitar H-10 Idul Fitri. Tahun lalu, terdapat sekitar dua penerbangan tambahan selama periode mudik.
Siaga Antisipasi Lonjakan Penumpang
Meski belum ada pengajuan extra flight, pengelola bandara memastikan kesiapan operasional apabila sewaktu-waktu maskapai mengajukan penambahan jadwal.
Pihak bandara juga akan menggelar rapat koordinasi persiapan Angkutan Lebaran 2026 bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Lanud Abdulrachman Saleh serta balai karantina.
Fokus pembahasan meliputi optimalisasi pelayanan, pengamanan, serta kelancaran arus penumpang selama periode mudik.
Selain itu, pengawasan keselamatan penerbangan akan diperketat melalui inspeksi pesawat atau ramp check oleh Kementerian Perhubungan dan Otoritas Bandara Wilayah III.
Inspeksi tersebut tidak hanya memeriksa kelaikan pesawat, tetapi juga memverifikasi kondisi kesehatan dan kelengkapan lisensi awak pesawat.
“Ini rutin dilakukan setiap tahun selama masa posko Angkutan Lebaran,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang selama periode puncak perjalanan Lebaran 2026.(*)




















