Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Banjir Bandang Lereng Gunung Lawu Putuskan Jembatan Ngrambe–Sidomulyo, Warga Ngawi Putar 5 Km

30
×

Banjir Bandang Lereng Gunung Lawu Putuskan Jembatan Ngrambe–Sidomulyo, Warga Ngawi Putar 5 Km

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NGAWI | Sentrapos.co.id – Jembatan penghubung antara Desa Ngrambe dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terputus akibat derasnya arus sungai saat banjir bandang menerjang kawasan lereng Gunung Lawu setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam.

Akibat putusnya jembatan, warga dari kedua desa terpaksa memutar hingga hampir lima kilometer untuk beraktivitas.


Fondasi Terkikis Banjir Bandang

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ngawi (BPBD) Ngawi, Partoyo, mengatakan pihaknya menerima laporan robohnya jembatan pada Selasa pagi.

Menurutnya, usia jembatan yang sudah tua diperparah cuaca ekstrem sehingga banjir bandang mengikis fondasi dan menyebabkan struktur jembatan runtuh.

“Terputusnya jembatan itu berdampak besar pada mobilitas warga, karena warga harus memutar hingga beberapa kilometer untuk beraktivitas,” ujarnya.


BPBD Bangun Jembatan Darurat

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Ngawi melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan untuk membangun jembatan darurat berbahan bambu guna membantu akses transportasi masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan dapat memulihkan mobilitas warga sembari menunggu perbaikan permanen.


Pipa PDAM Ikut Terputus

Selain merusak jembatan, banjir bandang juga memutus pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ratusan pelanggan di Desa Sidomulyo terdampak karena pasokan air bersih terganggu dan terhenti sementara.

Perbaikan infrastruktur air bersih tengah dikoordinasikan agar distribusi kembali normal secepatnya.


Wilayah Rawan Hidrometeorologi

Berdasarkan pemetaan BPBD Ngawi, kawasan lereng Gunung Lawu seperti Kecamatan Ngrambe, Sine, Kendal, dan Jogorogo termasuk wilayah rawan bencana hidrometeorologi saat hujan deras, baik tanah longsor, banjir bandang, maupun pohon tumbang.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan Februari, serta segera melaporkan potensi bahaya di lingkungan masing-masing.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan intensif terus dilakukan guna meminimalkan dampak lanjutan serta menjaga keselamatan warga. (*)