Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Banjir Bandang Situbondo Rusak 300 Hektare Lahan Pertanian, Petani Tak Berani Tanam Lagi

75
×

Banjir Bandang Situbondo Rusak 300 Hektare Lahan Pertanian, Petani Tak Berani Tanam Lagi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SITUBONDO | Sentrapos.co.idBanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu malam (7/3/2026) mengakibatkan sekitar 300 hektare lahan pertanian rusak.

Data sementara dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo menunjukkan ratusan hektare lahan milik petani yang didominasi tanaman padi rusak akibat tergerus arus banjir.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan banjir bandang kedua yang terjadi pada awal Maret tersebut memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya pada 21 Januari 2026.

“Banjir bandang kedua pada Sabtu malam kemarin lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya pada 21 Januari lalu dan dampaknya cukup signifikan. Data sementara luasannya sekitar 300 hektare,” ujar Bupati Rio, Selasa (10/3/2026).

Lahan yang Baru Ditanam Kembali Rusak

Menurut Bupati Rio, sebagian lahan pertanian yang sebelumnya sudah ditanami kembali setelah banjir pertama justru kembali rusak akibat banjir kedua.

Di Desa Bloro, Kecamatan Besuki, misalnya, kerusakan lahan pada banjir pertama hanya sekitar 5,5 hektare. Namun setelah banjir kedua, luas kerusakan meningkat signifikan.

Saat ini petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) masih melakukan pendataan untuk memastikan total kerugian yang dialami petani.

Petani Khawatir Tanam Kembali

Akibat banjir yang berulang, banyak petani memilih menunda penanaman kembali karena khawatir banjir kembali terjadi.

“Saat ini petani banyak yang belum tanam kembali karena takut ada hujan lagi dan banjir lagi,” kata Bupati Rio.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi produksi pertanian dan ketahanan pangan di wilayah tersebut jika tidak segera ditangani.

Pemkab Minta Normalisasi Sungai

Pemerintah Kabupaten Situbondo meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) dalam penanganan dampak banjir.

Langkah yang diminta pemerintah daerah antara lain:

  • Normalisasi sungai

  • Penanganan penumpukan sampah di aliran sungai

  • Perbaikan infrastruktur yang rusak

“Normalisasi dan permasalahan sampah yang ada di sungai kami minta segera ditindaklanjuti agar sungai kembali berfungsi dengan baik,” ujar Bupati Rio.

Ribuan Rumah Warga Juga Terdampak

Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu malam (7/3/2026) tidak hanya merusak lahan pertanian.

Bencana tersebut juga menyebabkan:

  • Ribuan rumah warga terendam

  • Infrastruktur jalan dan jembatan rusak

  • Fasilitas umum terdampak

Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter di beberapa wilayah yang terdampak banjir.

Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan kerusakan serta menyiapkan langkah pemulihan bagi masyarakat dan petani yang terdampak bencana. (*)

Example 300250