Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Banjir Terjang 17 Desa di Jember, 3.944 KK Terdampak dan 299 Warga Mengungsi

31
×

Banjir Terjang 17 Desa di Jember, 3.944 KK Terdampak dan 299 Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JEMBER | Sentrapos.co.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat dini hari menyebabkan banjir di 17 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

Sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat luapan sejumlah sungai yang melintasi wilayah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, menyatakan hujan deras selama beberapa jam memicu peningkatan debit air di sejumlah sungai.

“Banjir melanda delapan kecamatan dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 3.944 KK,” ujarnya, Jumat.

Sungai Meluap, Permukiman Tergenang

Beberapa sungai yang mengalami peningkatan debit air antara lain Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Rembangan, Bedadung, Karangbayat, dan Gondangdia.

Pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB, air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga dua meter. Banjir menggenangi akses jalan, menyebabkan kemacetan, bahkan merobohkan jembatan.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung.

Jembatan Putus dan Warga Mengungsi

Salah satu dampak terparah terjadi di Desa Suci, Kecamatan Panti, di mana sebuah jembatan putus akibat diterjang banjir bandang sehingga mengganggu akses warga.

Banjir terparah tercatat di Kecamatan Rambipuji dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Sebanyak 299 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman.

Rincian lokasi pengungsian antara lain:

  • Rumah Ustaz Nurul di Dusun Krajan: 60 jiwa

  • Rumah Umar Garuda Kidul Pasar: 75 jiwa

  • Masjid Nurul Iman di Curah Ancar: 150 jiwa

  • Balai Desa Rambipuji: 14 jiwa

Selain permukiman dan akses jalan, infrastruktur yang terdampak meliputi tiga jembatan dan satu pondok pesantren.

BPBD Lakukan Penanganan dan Distribusi Logistik

BPBD Jember bersama perangkat daerah terkait terus melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan luapan banjir di sejumlah titik, evakuasi warga, serta distribusi bantuan logistik untuk dapur mandiri di wilayah terdampak.

“Hari ini penanganan bencana masih terus dilakukan BPBD Jember dan beberapa rekomendasi penanganan diteruskan ke perangkat daerah terkait,” kata Edi.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu peningkatan debit sungai, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Banjir ini kembali menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana, penguatan infrastruktur, serta pengelolaan daerah aliran sungai guna meminimalkan risiko kerugian di masa mendatang. (*)

Example 300250