Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Banjir Lahar Dingin Merapi: Dua Korban Ditemukan di Sungai Senowo Magelang, Dua Lainnya Masih Dicari

57
×

Banjir Lahar Dingin Merapi: Dua Korban Ditemukan di Sungai Senowo Magelang, Dua Lainnya Masih Dicari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAGELANG | Sentrapos.co.id — Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban banjir lahar dingin Gunung Merapi dalam operasi pencarian hari kedua di aliran Sungai Senowo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026).

Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianto mengatakan kedua korban ditemukan di antara bebatuan besar sekitar tiga kilometer dari titik awal kejadian.

Dua korban yang berhasil ditemukan tersebut diketahui bernama Heru Setyawan (25) warga Desa Krinjing dan Arif Fuad Hasan (26) warga Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

“Dari informasi yang kami terima ada empat korban yang dilaporkan hilang. Alhamdulillah hari ini dua korban sudah ditemukan, sementara dua korban lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Arif.

Pencarian Diperluas Hingga 4 Kilometer

Dalam operasi hari kedua, tim SAR memperluas area pencarian dengan membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat proses evakuasi.

SRU pertama melakukan penyisiran dengan dukungan unit anjing pelacak (K9) milik Polresta Magelang.

SRU kedua melakukan pencarian dari titik awal lokasi kendaraan terjebak lahar hingga Dam 1, sementara SRU ketiga menyisir area dari Dam 1 hingga Dam 2 dan berakhir di wilayah Bendo.

Radius pencarian diperluas hingga sekitar empat kilometer dari lokasi awal kejadian.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai komunitas potensi SAR di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Sejumlah Kendaraan Terseret Lahar

Selain menelan korban jiwa, banjir lahar dingin juga menyebabkan kerugian material cukup besar.

Berdasarkan data sementara, tiga truk dilaporkan terseret arus sungai, sementara 12 truk lainnya terjebak di area aliran lahar.

Selain itu, dua alat berat jenis Kobelco juga dilaporkan masih tertimbun material pasir dan batu sehingga belum dapat dievakuasi.

Dipicu Hujan Lebat di Lereng Merapi

Banjir lahar dingin terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, setelah hujan lebat mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi.

Pada hari pertama operasi pencarian, tim SAR menemukan satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, empat orang dilaporkan hilang dan enam orang lainnya mengalami luka-luka.

Dari enam korban luka tersebut, dua orang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Muntilan.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan. (*)