PASURUAN | Sentrapos.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (17/3/2026) sore memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Dampaknya, infrastruktur jalan hingga kawasan wisata dilaporkan mengalami kerusakan.
Peristiwa terjadi setelah hujan intensitas tinggi selama kurang lebih satu jam. Air dengan cepat meluap dan mengalir deras di kawasan permukiman warga Kelurahan Pecalukan, membawa material tanah dari perbukitan sekitar.
Akibatnya, sejumlah akses jalan terganggu oleh genangan air dan material longsoran. Warga pun terpaksa turun langsung membersihkan lumpur yang menutup jalan dan lingkungan sekitar.
“Plengsengan atau TPT alami longsor sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan lebat terjadi,” ujar Lurah Pecalukan, Fefy Purbahayu.
TPT Ambrol, Akses Jalan Terganggu
Tembok Penahan Tanah (TPT) di tepi jalan raya dilaporkan longsor dengan panjang sekitar 15 meter, lebar 1,5 meter, dan kedalaman mencapai 10–15 meter.
Meski mengalami kerusakan cukup signifikan, arus lalu lintas masih bisa dilalui secara terbatas dengan sistem bergantian.
“Kendaraan masih bisa melintas, tetapi harus bergantian dan tetap waspada,” jelasnya.
Debit Sungai Naik, Wisata Terdampak
Selain merusak infrastruktur jalan, derasnya aliran air juga menyebabkan peningkatan debit sungai di wilayah hilir. Kondisi ini berdampak pada kawasan wisata Lembah Pandawa di wilayah Pandaan yang dilaporkan terdampak banjir dan mengalami kerusakan.
Belum diketahui secara pasti jumlah total kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana ini.
BPBD Lakukan Asesmen Dampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan saat ini masih melakukan pendataan dan asesmen untuk mengetahui dampak kerusakan secara menyeluruh.
“Kami masih melakukan asesmen untuk mengetahui dampak dan jumlah kerusakan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir saat musim hujan.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk selalu memantau kondisi cuaca dan segera melapor apabila terjadi tanda-tanda bencana. (*Detik.com)




















