Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Banjir 1,5 Meter Rendam 5 Kecamatan di Probolinggo, Pemkab dan BPBD Evakuasi Warga Dini Hari

32
×

Banjir 1,5 Meter Rendam 5 Kecamatan di Probolinggo, Pemkab dan BPBD Evakuasi Warga Dini Hari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO | Sentrapos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di lima kecamatan, Minggu dini hari.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo (BPBD), wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Krejengan, Kraksaan, Besuk, Gading, serta Kecamatan Kotaanyar, tepatnya di Desa Tambak Ukir.

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan banjir dipicu jebolnya tanggul di pinggiran sungai yang menyebabkan permukiman warga terendam.

“Kami menerima laporan jebolnya tanggul di pinggiran sungai yang menyebabkan permukiman warga terendam pada Minggu dini hari,” ujarnya.

Terbesar dalam Beberapa Dekade

Menurut Oemar, banjir di Kecamatan Kraksaan menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 1,5 meter.

BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi. Warga yang sakit dirujuk ke rumah sakit, sementara lansia dipindahkan ke Kantor Kecamatan Kraksaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pemkab Turun Langsung

Atas arahan Bupati Probolinggo Mohammad Haris dan Wakil Bupati Fahmi AHZ, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto turun langsung ke lapangan memastikan proses evakuasi berjalan optimal.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama, khususnya yang sedang sakit, anak-anak, ibu hamil dan lansia,” kata Ugas.

Sekda Ugas juga meninjau wilayah Patemon di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai sehingga memperparah luapan air.

Evaluasi Tanggul dan Normalisasi Sungai

Pemkab Probolinggo menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul dan normalisasi aliran sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Selain penanganan darurat, kami akan melakukan langkah-langkah pencegahan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai menjadi bagian penting dari solusi bersama,” tegasnya.

Sebagai respons cepat, Pemkab juga mendistribusikan bantuan sementara berupa nasi bungkus untuk kebutuhan sahur warga terdampak.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan dan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan sungai dan meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan risiko banjir di masa mendatang. (*)

Example 300250