Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Banjir Beruntun di Probolinggo Rusak 26 Jembatan dan 119 Rumah, Perbaikan Dikebut Jelang Lebaran

32
×

Banjir Beruntun di Probolinggo Rusak 26 Jembatan dan 119 Rumah, Perbaikan Dikebut Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO | Sentrapos.co.id – Banjir beruntun yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur dan permukiman warga. Sebanyak 26 jembatan dilaporkan rusak di enam kecamatan terdampak, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Enam kecamatan yang terdampak meliputi Besuk, Pakuniran, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, dan Gading.

26 Jembatan Rusak, Ratusan Rumah Terdampak

Selain kerusakan jembatan, banjir juga mengakibatkan:

  • 119 rumah terdampak

    • 74 rusak ringan

    • 38 rusak sedang

    • 7 rusak berat

  • 29 jaringan irigasi rusak

  • 319,13 hektare lahan persawahan terdampak

Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, distribusi barang kebutuhan pokok, serta sektor pertanian yang menjadi penopang utama masyarakat setempat.


Perbaikan Infrastruktur Diprioritaskan

Percepatan perbaikan jembatan dan jalur penghubung menjadi fokus utama pemerintah daerah dan provinsi, mengingat Hari Raya Idul Fitri tinggal sekitar satu bulan lagi dan mobilitas warga diperkirakan meningkat signifikan.

Tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan evaluasi lapangan dan menentukan skala prioritas pengerjaan, terutama di titik-titik krusial yang menjadi jalur utama warga dan distribusi logistik.

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, turun langsung meninjau jembatan putus serta fasilitas umum yang rusak akibat banjir bandang pada Senin (26/2/2026).

“Seluruh tim sudah kami siapkan agar proses penanganan bisa berjalan cepat dan terkoordinasi. Arus pergerakan warga saat Lebaran sangat tinggi. Karena itu, titik-titik krusial harus segera ditangani agar aktivitas masyarakat tetap lancar. Waktu satu bulan tentu terbatas, sehingga pengerjaan harus dikebut,” tegas Khofifah.


Kolaborasi Pemprov dan Pemkab

Sementara itu, Haris Damanhuri selaku Bupati Probolinggo menyatakan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan di lapangan serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kita akan terus pantau dan turun ke lokasi bencana. Kita akan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dan memprioritaskan pembangunan yang urgen,” ujarnya.

Selain meninjau infrastruktur, rombongan juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak berupa perlengkapan pembersih sisa material banjir serta paket kebutuhan pokok.

Pemprov Jatim dan Pemkab Probolinggo berkomitmen mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas masyarakat kembali normal serta dampak ekonomi akibat bencana dapat ditekan. (*)