Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Banjir Situbondo Telan Korban, Dua Warga Jatibanteng Hilang Terseret Arus Saat Pulang dari Ladang

146
×

Banjir Situbondo Telan Korban, Dua Warga Jatibanteng Hilang Terseret Arus Saat Pulang dari Ladang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SITUBONDO | Sentrapos.co.id — Bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dilaporkan menelan korban. Dua warga setempat dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus sungai yang meluap akibat hujan deras.

Kedua korban yang hingga kini masih dalam pencarian adalah Tohari (40), warga Desa Patemon, dan Jaelani (40), warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tohari diketahui sebelumnya pergi ke sawah untuk mencari rumput pakan ternak. Namun tak lama berselang, sungai di sekitar desa tiba-tiba meluap akibat banjir yang datang secara mendadak.

Sementara itu, Jaelani dilaporkan hilang setelah sebelumnya selesai memanen jagung di ladangnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pencarian secara swadaya dengan menyisir sepanjang aliran sungai. Namun hingga kini kedua korban belum berhasil ditemukan.

Kapolsek Jatibanteng Iptu Agus Nurahmadi membenarkan laporan hilangnya dua warga tersebut dan menyebut keduanya diduga kuat terseret arus banjir.

“Tohari diduga hilang saat mencari rumput. Sedang Jaelani dikabarkan hilang usai panen jagung di ladangnya. Di perjalanan pulang, diduga Jaelani terseret arus sungai,” ujar Iptu Agus Nurahmadi, Minggu (8/3/2026).

Tim gabungan dari aparat kepolisian, relawan, dan warga setempat hingga kini masih terus melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai yang melintasi wilayah tersebut.

Status Bencana Berpotensi Naik ke Tanggap Darurat

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, mengatakan pemerintah daerah mempertimbangkan untuk menaikkan status bencana menjadi Tanggap Darurat.

Keputusan tersebut diambil karena dampak banjir dan angin kencang yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) malam dinilai cukup membahayakan keselamatan warga.

“Memang ada laporan korban hilang dua orang dari dua desa berbeda. Ini sudah levelnya harus kita naikkan ke tanggap darurat, karena sudah membahayakan,” kata Mas Rio saat meninjau lokasi pencarian.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan kini terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lapangan, sembari mengintensifkan pencarian terhadap dua korban yang masih dinyatakan hilang.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras yang berpotensi memicu banjir susulan. (*)