Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

Bapanas Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan, Daging Sapi Maksimal Rp140 Ribu per Kg

31
×

Bapanas Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan, Daging Sapi Maksimal Rp140 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga pangan pokok strategis masih berada dalam koridor wajar menjelang Ramadan 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah pemantauan langsung di Pasar Gondangdia, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan stabilitas harga menjadi prioritas pemerintah demi menjaga daya beli serta kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

“Tingkat harga pangan relatif bagus. Mudah-mudahan ini bisa bertahan agar masyarakat nyaman memperoleh pangan,” ujarnya.

Harga Pangan Strategis Terkendali

Berdasarkan hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas utama tercatat sebagai berikut:

  • Daging sapi maksimal Rp140.000 per kilogram

  • Daging ayam ras Rp39.000–Rp40.000 per kilogram

  • Telur ayam ras Rp30.000–Rp31.000 per kilogram

  • Bawang merah Rp42.000–Rp43.000 per kilogram

  • Bawang putih Rp38.000–Rp39.000 per kilogram

  • Cabai rawit merah turun menjadi Rp100.000 per kilogram dari sebelumnya Rp120.000

  • Beras medium Rp12.000–Rp12.500 per kilogram

  • Beras premium Rp13.000–Rp14.000 per kilogram

Penurunan harga cabai rawit merah menjadi salah satu indikator membaiknya pasokan dan distribusi komoditas hortikultura.

Indeks Perkembangan Harga Menguat

Bapanas juga mencatat adanya perbaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga Februari 2026. Jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan IPH bawang putih terjadi di 138 kabupaten/kota, naik signifikan dari sebelumnya 65 daerah.

Penurunan IPH telur ayam ras tercatat di 171 kabupaten/kota, meningkat dari 129 daerah.

Penurunan IPH tertinggi terjadi pada bawang merah di 232 daerah, disusul minyak goreng di 207 daerah, dan cabai merah di 145 daerah.

Data tersebut menunjukkan tren stabilisasi harga semakin meluas secara nasional.

Peringatan Tegas Soal Anomali Harga

Ketut menilai fluktuasi harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) umumnya dipicu perilaku sebagian pedagang, terutama menjelang Idulfitri.

Ia mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan, mengingat pasokan pangan nasional dalam kondisi memadai.

“Tidak ada alasan menaikkan harga secara brutal. Harga acuan sudah memperhitungkan margin pedagang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, memastikan pemerintah akan menindak tegas pelaku anomali harga. Tim pengawasan bersama aparat telah diterjunkan untuk menjaga stabilitas pasar.

“Kalau ada yang menaikkan harga pasti ditindak. Pangan selama Ramadan harus mengikuti regulasi,” tandasnya.

Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan demi memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan tanpa beban lonjakan harga. (*)