Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS

Basarnas Belum Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

58
×

Basarnas Belum Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.idBadan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkapkan hingga kini belum menemukan black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan hal tersebut saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

“Kami belum menemukan bagian pesawat yang tanda-tandanya merupakan black box,” kata Syafii.

Black Box Krusial untuk Investigasi

Black box merupakan perangkat penting yang merekam data penerbangan dan percakapan di kokpit, sehingga sangat krusial dalam mengungkap penyebab kecelakaan pesawat.

Pernyataan Syafii tersebut disampaikan sebagai respons atas pertanyaan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus yang meminta penjelasan terkait perkembangan pencarian perangkat tersebut.

“Berarti black box-nya belum ketemu, Pak?” tanya Lasarus dalam rapat tersebut.

Baru Temukan ELT

Syafii menjelaskan, hingga saat ini tim SAR baru berhasil menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT). Perangkat ini berfungsi mengirimkan sinyal darurat ke satelit guna membantu menentukan lokasi pesawat setelah kecelakaan.

Namun demikian, penemuan ELT belum cukup untuk mengungkap penyebab insiden secara menyeluruh tanpa keberadaan black box.

Pesawat Dinyatakan Laik Terbang

Sebelumnya, Dudy Purwagandhi, selaku Menteri Perhubungan, menyatakan pesawat ATR 42-500 tersebut dalam kondisi laik terbang sebelum kecelakaan terjadi.

“Kalau laik terbang, iya. Syarat utamanya adalah layak terbang. Kami sudah memeriksa kelaikan dari dokumen yang dimiliki pesawat tersebut dan dinyatakan layak terbang,” ujar Dudy.

Terkait berbagai isu yang menyebut adanya dugaan masalah pada pesawat, Dudy menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada bukti yang kuat.

“Saya belum bisa menyebutkan itu. Kita tidak mau terlalu dini menyampaikan apa yang menjadi penyebab kecelakaan,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai aspek teknis seperti ketinggian jelajah dan kondisi operasional pesawat baru dapat disimpulkan setelah seluruh bukti terkumpul, termasuk black box.

Selanjutnya, hasil penyelidikan akan dirumuskan dan disimpulkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai lembaga berwenang dalam investigasi kecelakaan transportasi. *