SURABAYA | Sentrapos.co.id — Basarnas Surabaya turut membantu proses evakuasi kecelakaan kapal kontainer KM Pacific 88 yang terjadi di Dermaga Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (2/2/2026). Tim SAR diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang dilaporkan hilang.
Humas Basarnas Surabaya, Novita Nirmala, mengatakan pihaknya menerima permohonan bantuan evakuasi pada Senin pagi dan segera memberangkatkan tim ke lokasi kejadian.
“Ada permohonan bantuan evakuasi dan penyelamatan. Tadi pagi kami langsung memberangkatkan satu tim dari Kantor SAR Surabaya,” ujar Novita saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Sembilan Personel Diterjunkan
Dalam operasi pencarian tersebut, Basarnas mengerahkan sembilan personel, terdiri dari lima personel Kantor SAR Surabaya dan empat awak kapal Rigid Inflatable Boat (RIB).
“Total sembilan personel kami turunkan. Saat ini kami masih menunggu laporan terbaru dari tim di lapangan,” jelas Novita.
Ia memastikan, hingga saat ini masih terdapat satu orang TKBM dalam pencarian di kawasan Dermaga Jamrud. Proses evakuasi dan pencarian terus dilakukan secara intensif.
“Informasi sementara yang kami terima, satu orang masih dalam pencarian. Laporan lengkap dari lapangan masih kami tunggu,” tambahnya.
Kronologi Kecelakaan
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan laut tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Dermaga Jamrud Selatan, kawasan PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Insiden diduga terjadi saat proses bongkar muat, ketika kapal mengalami kemiringan sehingga sejumlah kontainer jatuh ke laut.
Beberapa kontainer dilaporkan sempat mengenai tenaga kerja bongkar muat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolres Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat.
“Penanganan dan penyelidikan kecelakaan kapal ditangani Polres. Saat ini kami masih melakukan koordinasi dan pendalaman,” kata Wahyu saat dikonfirmasi.
Penyelidikan dan Penghentian Aktivitas
Personel Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak tengah melakukan pendalaman terkait penyebab kecelakaan, dengan koordinasi lintas instansi.
Sementara itu, aktivitas bongkar muat di lokasi terdampak dihentikan sementara guna mendukung proses evakuasi dan menjamin keselamatan pekerja.
Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan Pelindo, Basarnas, Polairud, dan instansi terkait, hingga korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan.

















