Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Viral, Kemenkes Tegaskan Ini Murni Kelalaian, Bukan Penculikan

28
×

Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Viral, Kemenkes Tegaskan Ini Murni Kelalaian, Bukan Penculikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.idKementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, yang sempat viral di media sosial.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan tindakan penculikan, melainkan kesalahpahaman akibat kelalaian di lapangan.

“Tidak ada maksud penculikan atau kejahatan. Ini murni kekhilafan dari perawat yang terjadi di lapangan,” ujar Aji dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Rumah Sakit Sudah Minta Maaf

Pihak rumah sakit telah mengambil langkah cepat dengan mendatangi keluarga pasien untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Tim rumah sakit sudah mengunjungi rumah pasien untuk meminta maaf. Ini karena kesalahpahaman ini sempat viral di media sosial,” jelas Aji.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula saat seorang ibu menitipkan bayinya kepada tenaga kesehatan di poli anak saat hendak mengurus administrasi.

Namun, tenaga kesehatan tersebut tidak secara khusus bertugas menjaga bayi karena memiliki tanggung jawab lain di poli, sehingga kondisi menjadi tidak terkendali.

Ketika sang ibu kembali, terjadi kekeliruan yang menyebabkan bayinya sempat digendong oleh orang lain.

Viral dari Pengakuan Ibu Pasien

Peristiwa ini mencuat setelah seorang ibu bernama Nina Saleha membagikan pengalamannya di media sosial.

Ia mengaku sempat meninggalkan bayinya sebentar. Namun saat kembali, bayinya sudah berada dalam gendongan orang lain.

Nina mengenali bayinya dari pakaian dan selimut yang dikenakan, lalu segera menghampiri dan memastikan bayi tersebut adalah anaknya.

Menurut penjelasan perawat, bayi tersebut sempat diberikan kepada orang lain setelah sang ibu dipanggil beberapa kali namun tidak merespons.

Evaluasi SOP dan Imbauan Kemenkes

Kemenkes menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, baik tenaga kesehatan maupun pasien.

“Ini menjadi pembelajaran agar SOP dijalankan dengan benar. Termasuk pasien juga tidak boleh sembarangan menitipkan anaknya,” tegas Aji.

Evaluasi terhadap prosedur operasional standar (SOP) di rumah sakit kini tengah dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)


Poin Utama Berita

  • Bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung viral di media sosial
  • Kemenkes pastikan bukan penculikan, melainkan kelalaian
  • Rumah sakit telah meminta maaf kepada keluarga pasien
  • Kejadian bermula dari penitipan bayi saat ibu urus administrasi
  • Tenaga kesehatan tidak khusus bertugas menjaga bayi
  • Ibu mengenali bayinya dari pakaian dan selimut
  • Kemenkes evaluasi SOP dan imbau pasien lebih waspada