SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman menjelang arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H, meski terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak perang Amerika–Israel dan Iran terhadap pasokan energi di wilayahnya.
“Saya pastikan stok BBM dan LPG di Jawa Timur aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri. Tidak perlu khawatir, apalagi sampai panic buying,” tegas Khofifah dalam diskusi bersama media dan pakar komunikasi di Surabaya, Rabu (18/3/2026).
Diskusi bertema Kesiapsiagaan Penyaluran BBM dan LPG Masa RAFI 2026 di Jatim dan Antisipasi Dampak Perang di Timur Tengah ini menyoroti pentingnya kesiapan distribusi energi di tengah potensi gejolak global.
Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan distribusi energi tetap lancar, termasuk pengawasan distribusi BBM subsidi berbasis digital serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan Pertamina.
Dukungan infrastruktur energi di Jawa Timur juga dinilai sangat memadai. Saat ini tersedia 1.482 SPBU, 900 Pertashop, dan 1.296 agen LPG, serta Satgas RAFI yang bertugas memastikan distribusi berjalan optimal hingga puncak konsumsi Lebaran.
“Kebutuhan energi di Jawa Timur sangat besar, sehingga distribusi harus benar-benar dijaga agar tetap lancar dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain sektor migas, ketahanan energi juga diperkuat melalui peningkatan akses listrik. Rasio elektrifikasi Jawa Timur telah mencapai 99 persen dan ditargetkan menyentuh 100 persen pada 2026.
Pemprov Jatim juga mengalokasikan anggaran Rp7,89 miliar untuk program pemasangan listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga kurang mampu.
“Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan, tetapi juga akses. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat listrik secara merata,” imbuh Khofifah.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya peran media dalam menjaga stabilitas publik, khususnya dalam menyampaikan informasi yang akurat terkait pasokan energi.
“Jika informasi disampaikan dengan jelas, masyarakat tidak akan panik dan distribusi energi tetap terkendali,” katanya.
Senada dengan itu, akademisi Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, menyebut komunikasi publik menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas konsumsi energi.
“Informasi yang akurat membantu masyarakat bersikap rasional dan mencegah panic buying,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Aris Mukiyono, memastikan bahwa stok BBM dan LPG, baik subsidi maupun non-subsidi, berada dalam kondisi stabil dan aman.
“Kami terus melakukan pemantauan bersama Pertamina untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan optimal,” tegasnya.
Diskusi yang berlangsung hangat ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta para jurnalis dari berbagai forum media di Jawa Timur.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat mampu menjaga stabilitas energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. (*)




















