Sentrapos.co.id | SURABAYA – Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Surabaya. Dua remaja menjadi korban pembacokan dan pengeroyokan oleh sekelompok pelaku saat melintas di Jalan Raya Dupak pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Insiden terjadi tidak jauh dari kawasan Pasar Grosir Surabaya (PGS). Kedua korban diserang saat berboncengan sepeda motor dan mengalami luka serius.
“Anak kami tersungkur kena sabetan celurit. Beruntung ada warga yang menolong,” ujar Jufri, ayah salah satu korban.
Kronologi Pembacokan
Peristiwa bermula saat kedua remaja melintas di Jalan Dupak. Secara tiba-tiba, mereka diserang oleh sekelompok pelaku yang diduga berjumlah enam orang dengan menggunakan dua sepeda motor.
Para pelaku membawa senjata tajam dan balok kayu, kemudian menyerang korban dari dekat.
Salah satu korban mengalami luka sabetan di bagian punggung, sementara korban lainnya dipukul menggunakan balok hingga terjatuh dari motor.
Selain melukai korban, pelaku juga membawa kabur ponsel milik korban.
Jalan Gelap Diduga Jadi Pemicu
Kondisi minim penerangan di lokasi kejadian diduga menjadi faktor utama terjadinya aksi kriminal tersebut. Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Dupak dilaporkan dalam kondisi mati saat kejadian.
Situasi gelap membuat pelaku leluasa melakukan aksi tanpa terdeteksi.
Minimnya penerangan dinilai meningkatkan risiko kejahatan jalanan, terutama pada jam rawan dini hari.
DPRD Surabaya Bereaksi Keras
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, mengecam keras insiden tersebut dan mendesak pemerintah kota segera bertindak.
“Pemkot harus segera memperbaiki PJU di Jalan Dupak dan meningkatkan patroli di titik rawan,” tegas Kahfi, Selasa (24/3/2026).
Ia menilai kondisi lampu jalan yang mati sama saja dengan tidak adanya penerangan, sehingga membuka peluang kejahatan.
Desak Pemasangan CCTV dan Patroli Intensif
Selain perbaikan PJU, Kahfi juga mendorong pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik rawan sebagai langkah preventif.
Menurutnya, pengawasan berbasis teknologi dapat membantu aparat dalam mencegah dan menindak pelaku kejahatan.
“Kami mendorong peningkatan patroli di jam rawan agar masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Keamanan Warga Jadi Prioritas
Kahfi menegaskan bahwa keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ia meminta kehadiran negara dalam menjamin keselamatan warga di ruang publik.
“Keamanan warga adalah hal mendasar, negara wajib hadir memastikan ruang publik aman,” pungkasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat berkendara, terutama pada jam-jam sepi dan di lokasi minim penerangan.
Kewaspadaan dan peran aktif pemerintah menjadi kunci dalam menekan angka kejahatan jalanan di perkotaan. (*)




















