Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNIS

Belanja Pegawai Bandung Dijaga di Bawah 30 Persen, Wali Kota Farhan Tegaskan APBD Tetap Sehat

29
×

Belanja Pegawai Bandung Dijaga di Bawah 30 Persen, Wali Kota Farhan Tegaskan APBD Tetap Sehat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG | Sentrapos.co.id — Pemerintah Kota Bandung memastikan alokasi belanja pegawai tetap berada di bawah ambang batas maksimal 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah strategis menjaga kesehatan fiskal daerah secara berkelanjutan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa saat ini belanja pegawai Kota Bandung masih berada di angka 29 persen.

“Saat ini belanja pegawai kita masih di angka 29 persen. Artinya, pengelolaan anggaran tetap dalam kondisi aman dan sesuai ketentuan,” ujar Farhan, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, Pemkot Bandung berkomitmen menjalankan pengelolaan anggaran secara disiplin dan prudent, dengan tetap menjaga kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Untuk menjaga proporsi tersebut, Pemkot Bandung melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk penundaan kenaikan anggaran pada beberapa pos belanja serta perhitungan ketat dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Rekrutmen CPNS kami hitung sangat cermat agar tidak membebani fiskal dan tetap menjaga keseimbangan anggaran,” tegasnya.

Selain itu, Farhan memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kebijakan ini diambil untuk menjamin stabilitas tenaga kerja di lingkungan Pemkot Bandung.

“Kami pastikan tidak ada PHK PPPK. Stabilitas pegawai tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Dalam jangka menengah, Pemkot Bandung juga menyiapkan strategi peningkatan kapasitas APBD sebagai solusi menjaga keseimbangan fiskal. Targetnya, nilai APBD Kota Bandung dapat kembali meningkat hingga menembus Rp8 triliun.

Langkah ini dinilai penting agar proporsi belanja pegawai tetap terkendali, sekaligus memperbesar ruang fiskal untuk pembangunan dan pelayanan publik.

Pemkot Bandung juga akan mengoptimalkan berbagai sektor pendapatan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami tidak hanya menekan belanja, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan daerah agar APBD semakin kuat,” pungkas Farhan.

Dengan strategi tersebut, Pemkot Bandung menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa mengorbankan kualitas layanan publik kepada masyarakat. (*)


Poin Utama Berita

  • Belanja pegawai Kota Bandung dijaga di bawah 30 persen APBD
  • Saat ini posisi masih aman di angka 29 persen
  • Pemkot lakukan penundaan anggaran dan seleksi ketat CPNS
  • Tidak ada PHK PPPK, stabilitas tenaga kerja dijamin
  • Target APBD meningkat hingga Rp8 triliun
  • Fokus pada keseimbangan fiskal dan peningkatan pendapatan daerah
  • Strategi jangka panjang untuk menjaga kesehatan keuangan daerah