Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHEKONOMI & BISNISPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Berkah MBG! Usaha Pemotongan Ayam di Karanganyar Kebanjiran Pesanan, Produksi Tembus 2,3 Ton per Hari

27
×

Berkah MBG! Usaha Pemotongan Ayam di Karanganyar Kebanjiran Pesanan, Produksi Tembus 2,3 Ton per Hari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KARANGANYAR | Sentrapos.co.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak nyata bagi pelaku UMKM di daerah. Salah satunya dirasakan oleh usaha pemotongan ayam UD Syafina di Desa Klodran, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sejak dipercaya sebagai pemasok daging ayam untuk kebutuhan dapur MBG, aktivitas produksi di UD Syafina meningkat signifikan. Usaha yang telah berdiri selama dua dekade ini kini mencatat lonjakan produksi hingga ratusan kilogram setiap hari.

Pemilik UD Syafina, Johan Ferdian, mengungkapkan bahwa peningkatan pesanan membuat operasional usaha menjadi lebih padat dari biasanya.

“Biasanya, ayam yang kita potong per hari mencapai 2 ton. Tapi sejak ada program MBG, pemotongan meningkat sekitar 300 kilogram. Jadi total produksi kami sehari bisa mencapai 2,3 ton,” ujarnya.

Lonjakan produksi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan omzet usaha, tetapi juga memberikan efek domino bagi sektor peternakan lokal. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan, UD Syafina menggandeng peternak ayam dari Karanganyar, Wonogiri, hingga Boyolali.

Meski permintaan meningkat, Johan memastikan kualitas daging tetap terjaga. Ia menegaskan seluruh proses pemotongan dilakukan sesuai syariat Islam, termasuk memastikan penyembelih memenuhi kriteria religius.

“Kualitas tetap kami jaga. Penyembelih juga kami pilih yang taat, termasuk menjaga salat lima waktu,” tegasnya.

Tak hanya itu, peningkatan produksi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. UD Syafina menambah dua karyawan baru guna mendukung kelancaran operasional dan distribusi.

“Sejak ada MBG, kami tambah dua karyawan. Karena produksi meningkat dan waktu pengiriman harus lebih cepat,” tambah Johan.

Program MBG juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa secara lebih luas. Keterlibatan pelaku UMKM dan peternak lokal menjadi bukti nyata bahwa program ini tidak hanya menyasar aspek gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Johan pun menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto atas inisiasi program MBG yang dinilai memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha kecil.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas program MBG. Ini sangat membantu UMKM seperti kami. Semoga program ini terus berlanjut,” ucapnya.

Ke depan, ia berharap dapat memperluas distribusi pasokan daging ayam ke lebih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar usaha semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (*)


Poin Utama Berita

  • UMKM pemotongan ayam di Karanganyar alami lonjakan pesanan sejak program MBG
  • Produksi UD Syafina meningkat dari 2 ton menjadi 2,3 ton per hari
  • Program MBG dorong ekonomi lokal dan peternak ayam di tiga daerah
  • Penambahan tenaga kerja sebagai dampak langsung peningkatan produksi
  • Kualitas dan standar halal tetap dijaga meski permintaan meningkat
  • Pelaku UMKM apresiasi program MBG dari Presiden Prabowo
  • MBG terbukti berdampak pada gizi sekaligus ekonomi masyarakat