Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Isu Anggaran Rp4 Triliun Disorot, Kepala BGN Tegas Bantah: Pengadaan Laptop dan Alat Makan Sesuai Kebutuhan

37
×

Isu Anggaran Rp4 Triliun Disorot, Kepala BGN Tegas Bantah: Pengadaan Laptop dan Alat Makan Sesuai Kebutuhan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya buka suara terkait sorotan publik mengenai dugaan pengadaan anggaran fantastis untuk laptop dan alat makan yang disebut-sebut mencapai Rp4 triliun.

Dadan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan jauh dari realitas pelaksanaan anggaran di lapangan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Pengadaan itu memang ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan. Laptop 32.000 unit dan alat makan senilai Rp4 triliun sama sekali tidak benar,” tegas Dadan dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh pengadaan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil program, khususnya untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Laptop Hanya 5.000 Unit, Bukan 32.000

Dadan merinci bahwa pengadaan laptop di lingkungan BGN sepanjang tahun 2025 hanya mencapai sekitar 5.000 unit.

“Pengadaan laptop bukan 32.000 unit seperti yang beredar, tetapi hanya sekitar 5.000 unit sepanjang 2025,” jelasnya.

Alat Makan untuk 315 SPPG, Anggaran Terukur

Sementara itu, pengadaan alat makan hanya dialokasikan untuk 315 unit SPPG yang pembangunannya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menyebutkan, pagu anggaran untuk pengadaan alat makan sebesar Rp89,32 miliar dengan realisasi sekitar Rp68,94 miliar.

“Pengadaan alat makan hanya untuk 315 SPPG dengan pagu sekitar Rp215 miliar. Realisasi menunjukkan efisiensi,” ujarnya.

Alat Dapur Capai Rp245 Miliar, Tetap Dalam Kendali

Selain itu, pengadaan alat dapur memiliki pagu anggaran sebesar Rp252,42 miliar dengan realisasi sekitar Rp245,81 miliar.

Dadan menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan telah dilakukan secara terukur, efisien, dan tidak melampaui batas anggaran.

“Tidak ada pemborosan anggaran. Semua disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing SPPG,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa pembangunan SPPG berbasis APBN telah melalui mekanisme resmi, termasuk penetapan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) kementerian terkait. (*)


Poin Utama Berita

  • Kepala BGN bantah isu pengadaan Rp4 triliun
  • Laptop yang dibeli hanya sekitar 5.000 unit
  • Alat makan hanya untuk 315 SPPG
  • Pagu alat makan Rp89,32 miliar, realisasi Rp68,94 miliar
  • Anggaran alat dapur Rp252,42 miliar, realisasi Rp245,81 miliar
  • Pengadaan disebut sesuai kebutuhan riil dan efisien
  • Isu viral dinilai tidak sesuai fakta
  • BGN pastikan tidak ada pemborosan anggaran