Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

8 Dapur MBG di Tulungagung Disetop Sementara, BGN Temukan Pelanggaran SOP dan Dugaan Keracunan

35
×

8 Dapur MBG di Tulungagung Disetop Sementara, BGN Temukan Pelanggaran SOP dan Dugaan Keracunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.idBadan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, karena tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh menyusul adanya dugaan pelanggaran, termasuk kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator BGN Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, menjelaskan bahwa dari total 116 dapur SPPG yang beroperasi, delapan di antaranya terpaksa disuspend.

“Delapan dapur kami hentikan sementara karena tidak memenuhi standar, mulai dari ketiadaan pengawas gizi hingga fasilitas yang belum memadai,” ujarnya, Minggu (30/3/2026).


Rincian Pelanggaran Dapur SPPG

Dari delapan dapur yang disetop sementara:

  • 1 dapur tidak memiliki pengawas gizi
  • 4 dapur terkait dugaan kasus keracunan MBG
  • 3 dapur memiliki fasilitas yang belum sesuai standar

BGN menegaskan bahwa seluruh dapur wajib memenuhi standar keamanan pangan dan pengelolaan gizi yang ketat.


Dugaan Keracunan Masih Diselidiki

Khusus untuk empat dapur yang diduga terkait kasus keracunan, sampel makanan telah diuji di laboratorium dan hasilnya kini dalam tahap analisis di pusat.

“Hasil uji laboratorium sudah kami kirim ke pusat, saat ini masih dianalisis sehingga belum bisa disampaikan,” jelas Sebrina.


Evaluasi Total dan Perbaikan SOP

BGN mewajibkan seluruh dapur yang disuspend untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan SOP, termasuk perbaikan sarana dan prasarana sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan.

Selain itu, kualitas distribusi program MBG selama Ramadan juga menjadi perhatian setelah muncul keluhan masyarakat.

“Ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas menu, fasilitas, dan SDM ke depan,” tambahnya.


Fokus 2026: Tingkatkan Kualitas Layanan

Jika pada 2025 BGN fokus pada ekspansi jumlah dapur SPPG, maka pada 2026 arah kebijakan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.

Langkah ini diharapkan mampu menjamin keamanan pangan serta keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat. (*)


Poin Utama Berita

  • BGN menghentikan sementara 8 dapur SPPG di Tulungagung
  • Penyebab: pelanggaran SOP dan dugaan keracunan makanan
  • Total dapur SPPG di Tulungagung mencapai 116 unit
  • 4 dapur terkait dugaan keracunan, masih dalam analisis lab
  • Evaluasi mencakup fasilitas, SOP, dan SDM
  • Distribusi MBG selama Ramadan juga dievaluasi
  • Fokus 2026 beralih ke peningkatan kualitas layanan