Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNIS

BGN Tegaskan Insentif SPPG Rp6 Juta/Hari Bisa Hangus Seketika, Berlaku Ketat “No Service, No Pay”

29
×

BGN Tegaskan Insentif SPPG Rp6 Juta/Hari Bisa Hangus Seketika, Berlaku Ketat “No Service, No Pay”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.idBadan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat langsung dihentikan apabila fasilitas tidak memenuhi standar operasional.

Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan disiplin dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis kemitraan.

Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf, menyatakan bahwa hak mitra atas insentif tidak bersifat mutlak.

“Hak mitra atas insentif Rp6 juta ini akan seketika hangus apabila fasilitas SPPG dinyatakan gagal beroperasi atau tidak siap digunakan,” tegasnya, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, skema insentif tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dukungan finansial, tetapi juga dilengkapi mekanisme kontrol ketat berbasis prinsip “no service, no pay”.

“Tiada layanan, tiada pembayaran. Ini menjadi dasar disiplin operasional dalam program MBG,” ujarnya.

BGN menegaskan, sistem ini dirancang sebagai alat kontrol (punitive control) untuk memastikan seluruh mitra menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, serta sanitasi lingkungan secara optimal.

Sejumlah parameter ketat diterapkan dalam penilaian operasional SPPG. Insentif akan langsung dihentikan apabila ditemukan pelanggaran serius, seperti:

  • Air terkontaminasi bakteri E.Coli
  • Sistem pengolahan limbah (IPAL) bermasalah hingga mencemari lingkungan
  • Kerusakan mesin pendingin (chiller) yang menyebabkan bahan pangan rusak
  • Tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan

“Jika standar tidak terpenuhi, maka status kesiapan operasional gugur, dan pada hari itu juga insentif langsung dihentikan,” jelas Rufriyanto.

Ia menambahkan, skema ini menempatkan seluruh risiko operasional pada mitra, sehingga mendorong mereka untuk menjaga kualitas fasilitas setiap hari tanpa kompromi.

BGN juga menilai bahwa program MBG melalui skema SPPG memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, meskipun masih memerlukan penyesuaian di beberapa aspek operasional.

“Menafikan nilai strategis program ini hanya karena prasangka sempit merupakan kerugian intelektual,” pungkasnya.

Dengan penerapan sistem pengawasan ketat ini, pemerintah berharap standar keamanan pangan dan kebersihan lingkungan dalam program MBG tetap terjaga secara berkelanjutan. (*)


Poin Utama Berita

  • BGN tegaskan insentif SPPG Rp6 juta/hari bisa langsung dihentikan
  • Berlaku prinsip tegas “no service, no pay” dalam program MBG
  • Insentif hangus jika fasilitas tidak memenuhi standar operasional
  • Parameter ketat mencakup sanitasi, keamanan pangan, dan kelayakan fasilitas
  • Risiko operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab mitra
  • Skema ini dorong disiplin dan kualitas layanan pemenuhan gizi