Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

BI Paparkan 6 Strategi Penguatan Ekonomi Jawa Timur, Target Pertumbuhan 2026 Capai 5,7 Persen

45
×

BI Paparkan 6 Strategi Penguatan Ekonomi Jawa Timur, Target Pertumbuhan 2026 Capai 5,7 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, memaparkan enam upaya penguatan strategis guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur agar tetap solid dan berkelanjutan.

“Enam langkah ini kami yakini mampu memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen,” ujar Ibrahim dalam Media Briefing di Surabaya, Senin.

Upaya pertama yang ditekankan adalah percepatan hilirisasi sektor unggulan serta pembangunan simpul-simpul logistik, khususnya pada sektor industri pengolahan, pertanian-perkebunan, dan perdagangan.

Menurut Ibrahim, langkah tersebut krusial mengingat posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, pusat manufaktur utama di kawasan Indonesia Timur, serta simpul perdagangan regional.

Upaya kedua adalah penguatan struktur ekspor melalui diversifikasi produk dan perluasan pasar, disertai dengan hilirisasi komoditas utama agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Langkah ketiga diarahkan pada pengembangan agroindustri hulu dan hilir, dengan memastikan keterkaitan antarsektor berjalan efektif sehingga mampu mendorong produktivitas dan daya saing daerah.

Upaya keempat adalah pengendalian inflasi pangan, yang dilakukan melalui penguatan ketahanan pasokan pangan terpadu. Ibrahim menegaskan, pengendalian inflasi pangan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Koordinasi yang erat dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sangat penting agar inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi berjalan inklusif,” jelasnya.

Upaya kelima, Bank Indonesia mendorong peningkatan daya saing wilayah melalui penguatan infrastruktur, kemitraan antarpelaku usaha, serta peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

Sementara upaya keenam adalah penguatan kelembagaan ekonomi daerah, salah satunya melalui optimalisasi peran Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dalam merumuskan dan mengawal kebijakan strategis daerah.

Ibrahim menyampaikan, dengan enam strategi tersebut, ekonomi Jawa Timur pada tahun 2026 diproyeksikan tumbuh kuat dan stabil di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen secara tahunan (year-on-year).

Adapun untuk prospek inflasi, Bank Indonesia memperkirakan inflasi Jawa Timur akan tetap terkendali dalam sasaran nasional, yakni 2,5 persen ± 1 persen, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. *

Example 300250