Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS

Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Bener Meriah, Satu Warga Tewas, BKSDA Aceh Imbau Waspada

22
×

Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Bener Meriah, Satu Warga Tewas, BKSDA Aceh Imbau Waspada

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ACEH | Sentrapos.co.idBalai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA) mengonfirmasi terjadinya interaksi negatif antara manusia dan gajah sumatera yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (21/2/2026).

Korban diketahui bernama Musahar (53). Ia sempat dilarikan ke RSU Bireuen Medical Center (BMC) untuk mendapatkan perawatan medis, namun tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh, Teuku Irmansyah, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

“Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa interaksi dengan satwa liar memiliki risiko tinggi karena perilaku satwa dipengaruhi naluri alamiah yang sulit diprediksi,” ujar Irmansyah, Minggu (22/2/2026).


Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan keluarga, korban bersama istrinya telah tiga hari menginap di pondok kebun jagung yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga.

Pada Sabtu sekitar pukul 06.00 WIB, korban menemukan jejak gajah liar di sekitar pondok dan memutuskan mengikuti arah jejak tersebut. Tak lama kemudian terdengar suara raungan gajah sebanyak tiga kali dari arah lokasi korban.

Istri korban yang merasa khawatir kemudian meminta anaknya mengecek keadaan sang ayah. Saat tiba di lokasi, korban ditemukan tergeletak dengan luka serius di bagian dada dan rahang yang diduga akibat injakan gajah liar.


Faktor Pemicu Konflik

BKSDA Aceh mencatat sejumlah faktor yang diduga memicu kemunculan gajah liar di area perkebunan dan permukiman di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Beberapa di antaranya adalah kerusakan sarana mitigasi seperti barrier atau pagar listrik (power fencing) yang banyak ditemukan dalam kondisi rusak atau tidak terawat. Selain itu, perubahan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor turut memengaruhi pergerakan dan habitat alami gajah.

Saat ini, tim BKSDA telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Namun, pengecekan langsung ke lokasi kejadian masih menunggu kondisi keamanan yang kondusif.


Imbauan kepada Masyarakat

BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari area rawan konflik serta tidak melakukan penghalauan gajah secara mandiri.

“Apabila menemukan jejak atau keberadaan gajah di sekitar permukiman, segera lapor ke petugas agar ditangani sesuai prosedur keselamatan. Kami meminta masyarakat tetap waspada demi menghindari terulangnya kejadian serupa,” tegas Irmansyah.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya upaya mitigasi konflik satwa liar secara berkelanjutan, termasuk perawatan sarana pengaman dan penguatan edukasi kepada masyarakat di wilayah sekitar habitat gajah. (*)

Example 300250