Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

BNN Pasuruan Temukan 35 Pelajar SMK Positif Narkoba, Mayoritas Konsumsi Sabu

28
×

BNN Pasuruan Temukan 35 Pelajar SMK Positif Narkoba, Mayoritas Konsumsi Sabu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASURUAN | Sentrapos.co.id — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan menemukan 35 pelajar SMK di Kabupaten Pasuruan positif narkoba setelah dilakukan tes urine dalam kegiatan skrining penyalahgunaan narkotika pada Februari 2026.

Mayoritas pelajar yang terindikasi positif diketahui menggunakan narkotika jenis sabu. Temuan ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan karena penyalahgunaan narkotika mulai menyasar kalangan pelajar.

Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, mengatakan proses skrining dilakukan di sejumlah SMK negeri dan swasta di Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK) untuk menentukan siswa yang dinilai memiliki potensi kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Siswa yang dinilai memiliki potensi atau kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba dipilih untuk mengikuti tes. Setiap sekolah dipilih sekitar 60 siswa untuk tes urine. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan 35 pelajar positif narkotika,” kata Masduki, Sabtu (7/3/2026).


Skrining Dilakukan di Puluhan SMK

Masduki menjelaskan, kegiatan skrining ini dilakukan secara sampling terhadap puluhan SMK di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Setiap sekolah dipilih sekitar 60 siswa yang kemudian menjalani pemeriksaan urine untuk mendeteksi indikasi penggunaan narkotika.

Dari proses tersebut, BNNK Pasuruan menemukan 35 siswa yang terindikasi positif narkoba, dengan mayoritas pengguna merupakan pelajar laki-laki.


Tidak Diproses Hukum, Pelajar Jalani Pembinaan

Meski dinyatakan positif menggunakan narkoba, para pelajar tersebut tidak diproses secara hukum.

BNNK Pasuruan memilih pendekatan rehabilitasi dan pembinaan dengan menjalani rawat jalan serta pendampingan intensif.

“Puluhan pelajar ini terdiri dari laki-laki dan perempuan, namun mayoritas laki-laki. Mereka menjalani rawat jalan. Ada juga yang kami datangi langsung untuk pendampingan,” jelas Masduki.

Pendekatan ini dilakukan karena para pelajar dinilai sebagai korban penyalahgunaan narkotika, sehingga lebih tepat mendapatkan pembinaan dan pemulihan.


Pengaruh Lingkungan dan Ajakan Teman

Dari hasil pendalaman BNNK Pasuruan, sebagian besar pelajar yang positif narkoba mengaku mengonsumsi narkotika karena pengaruh lingkungan pergaulan.

Beberapa siswa menyebut menggunakan narkoba karena ajakan teman, sementara lainnya mencoba karena rasa penasaran.

Faktor pergaulan menjadi salah satu penyebab utama penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.


Peringatan bagi Dunia Pendidikan

Masduki menilai temuan ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan karena penyalahgunaan narkotika kini semakin menyasar kalangan pelajar.

BNNK Pasuruan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan narkotika.

“Harus ada kerja sama semua pihak dan seluruh pemangku kebijakan. Sosialisasi tentang bahaya narkotika perlu terus dilakukan dengan melibatkan sekolah dan para siswa,” pungkasnya.

Upaya edukasi dan pencegahan dinilai sangat penting agar generasi muda terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka. (*)

Example 300250