JAKARTA | Sentrapos.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memindahkan 133 kepala keluarga (KK) warga Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dari tenda pengungsian menuju hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah sebagai bagian dari penanganan pascabencana banjir besar.
Relokasi ini dilakukan untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga yang sebelumnya harus bertahan di tenda pengungsian sejak banjir besar melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pemindahan warga ke hunian sementara diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Semoga warga bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga di tempat yang lebih layak,” ujar Suharyanto, Kamis (12/3/2026).
Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak
Selain memindahkan warga ke hunian sementara, BNPB juga menyalurkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan nonpangan kepada masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama sekitar 10 hari, atau hingga mereka menerima bantuan jaminan hidup dari pemerintah pusat.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Suharyanto saat melakukan peninjauan ke lokasi hunian sementara di Desa Rigeb pada Rabu (11/3).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB juga menyempatkan diri menyapa warga serta melihat langsung kondisi hunian sementara yang kini mulai ditempati sejumlah keluarga korban banjir.
Huntara Dilengkapi Fasilitas Dasar
Hunian sementara yang dibangun BNPB dirancang dalam bentuk blok perumahan komunal yang dilengkapi berbagai fasilitas dasar bagi para penghuninya.
Fasilitas tersebut antara lain:
-
Pasokan udara bersih
-
Jaringan listrik
-
Kamar mandi dan toilet di setiap unit hunian
Konsep perumahan komunal dipilih karena keterbatasan lahan di kawasan terdampak bencana.
Sebagian besar warga sebelumnya kehilangan rumah akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu.
Dukung Pemulihan Pascabencana
BNPB berharap keberadaan hunian sementara ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak banjir.
Selain memberikan tempat tinggal yang lebih layak, hunian tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi warga hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan secara bertahap.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, pemerintah berharap para korban banjir dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal sambil menunggu pembangunan hunian permanen di masa mendatang. (*)




















