TANGERANG | Sentrapos.co.id – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang bocah perempuan dikerumuni warga di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, viral di media sosial. Bocah tersebut dinarasikan diamankan warga setelah diduga mencuri rokok di sebuah warung.
Dalam video yang beredar, terlihat bocah berambut sebahu itu diinterogasi oleh sejumlah warga. Seorang warga menanyakan asal uang tunai ratusan ribu rupiah yang ditemukan di saku celananya. Selain lima bungkus rokok yang diduga hasil curian, warga juga menemukan uang sebesar Rp1,3 juta.
“Duit siapa ini?” tanya salah satu warga dalam video.
“Mama,” jawab bocah tersebut singkat.
Peristiwa itu disebut terjadi di sebuah warung di Jalan Petir Utama, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Senin (2/2/2026) malam. Bocah tersebut diamankan warga saat hendak menjual rokok hasil curian ke warung lain, lalu dibawa ke rumah ketua RW setempat untuk dimintai keterangan.
Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, Prapto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut bocah perempuan itu berinisial Z (13), warga Kembangan, Jakarta Barat.
“Memang benar terjadi dugaan pencurian oleh anak perempuan inisial Z, kejadiannya Senin sekitar pukul 20.00 WIB. Pihak korban tidak membuat laporan karena merasa kasihan terhadap anak tersebut,” ujar Prapto, Rabu (4/2/2026).
Menurut keterangan kepolisian, Z diduga mengambil lima bungkus rokok kretek dari sebuah warung. Setelah dilakukan pendataan, ketua RW setempat kemudian mengantarkan bocah tersebut kembali ke rumahnya.
“Ketua RW mengantar anak tersebut ke alamat rumahnya. Berdasarkan keterangan ketua RT setempat, anak ini memang kerap melakukan pencurian dan sudah beberapa kali ditegur,” ungkap Prapto.
Dari hasil penelusuran awal, diketahui bocah Z tinggal hanya berdua dengan ibunya. Ayahnya telah meninggal dunia, dan yang bersangkutan saat ini juga sudah tidak bersekolah atau putus sekolah.
Pihak kepolisian menegaskan penanganan kasus yang melibatkan anak akan mengedepankan pendekatan persuasif dan perlindungan anak, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan lingkungan setempat untuk mencegah kejadian serupa terulang. *




















